JAKARTA, Cobisnis.com - Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life menggelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan, Safety Riding, dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online (ojol) tunarungu.
Kegiatan yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI tersebut berlangsung di Ruang Heritage, Gedung Kemenko PM, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong inklusi sosial sekaligus memperluas akses edukasi dan perlindungan bagi pengemudi ojol penyandang disabilitas.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Dyah Tri Kumolosari, mengatakan pemerintah ingin memastikan komitmen terhadap penyandang disabilitas diwujudkan melalui program yang nyata.
“Penyandang disabilitas adalah prioritas, bukan pelengkap. Pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” ucap Dyah dalam sambutannya.
Menurut Dyah, kolaborasi tersebut dapat membantu mewujudkan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas, khususnya pengemudi ojol tunarungu.
“Kami dari Kemenko PM memberikan penghargaan, penghormatan yang luar biasa kepada kawan-kawan driver ojol. Kami ingin memastikan, ketika teman-teman turun ke jalan itu aman dalam berkendara, dan mendapat akses jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegasnya.
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 60 pengemudi ojol tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Relawan Indonesia (KOTRI).
“Kegiatan hari ini diikuti oleh 60 peserta dari Jabodetabek, dan di Jabodetabek sendiri jumlah pengemudi ojol tunarungu ada sekitar 1.300 orang. Kegiatan ini merupakan kali kedua dengan IFG Life,” jelas Slamet.
Ia menjelaskan, pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok rentan dalam dunia kerja sehingga perlu mendapatkan fasilitas berupa literasi keuangan dan edukasi keselamatan berkendara.
Hal tersebut dinilai penting untuk membantu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi para pengemudi ojol, termasuk mereka yang merupakan penyandang disabilitas.
“Terima kasih kepada Kemenko PM, IFG Life, DPLK IFG Life, BPJS Ketenagakerjaan, KOTRI, dan antusiasme teman-teman pengemudi ojol,” ucapnya.
Sementara itu, Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, mengatakan kegiatan tersebut membuka akses edukasi bagi pengemudi ojol penyandang disabilitas, khususnya terkait perencanaan keuangan dan keselamatan berkendara.
“Atas nama IFG Life, kami menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan partisipasinya. Acara ini penuh makna, membuka wawasan bagi pengemudi ojol terkait perencanaan keuangan dan juga pelatihan safety riding,” ujar Gatot.
Melalui kegiatan tersebut, Gatot berharap materi yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison, Asisten Deputi Rehabilitasi dan Aksesibilitas Sosial Kemenko PM Gadriyanto Abung, Direktur Kepatuhan IFG Life Rimhalsyah, Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi, Ketua Pengurus DPLK IFG Life Samanta Felia, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta jajaran manajemen Ruang Amal Indonesia.