Buyback NVIDIA Kembali Diperbesar, Nilainya Capai US$150 Miliar

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 29 Sep 2026, 11:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - NVIDIA menyiapkan program pembelian kembali saham atau buyback terbesar dalam sejarah perusahaan. Produsen chip kecerdasan buatan tersebut menambah otorisasi buyback sebesar US$150 miliar atau sekitar Rp2.700 triliun.

Tambahan tersebut membuat kapasitas buyback NVIDIA yang tersedia mencapai US$235 miliar atau sekitar Rp4.230 triliun. Perusahaan memperkirakan dana tersebut akan digunakan hingga tahun fiskal 2028.

Pengumuman tersebut langsung mendapat respons dari pasar. Saham NVIDIA naik lebih dari 2% pada Senin, 28 September 2026 setelah perusahaan mengumumkan rencana tersebut.

Meski begitu, sepanjang tahun berjalan hingga Jumat, 25 September 2026, saham NVIDIA baru menguat sedikit di atas 20%. Kinerja tersebut sejalan dengan Nasdaq 100, tetapi berada di bawah kenaikan saham AMD dan Intel pada periode yang sama.

Tambahan otorisasi US$150 miliar menjadi bagian terbesar dari program buyback yang pernah diumumkan NVIDIA. Nilainya juga lebih besar dibandingkan otorisasi buyback Apple sebesar US$110 miliar yang disetujui pada 2024.

Sebelumnya, NVIDIA telah mengumumkan program buyback sebesar US$80 miliar pada Mei. Perusahaan mengakhiri kuartal yang berakhir Juli dengan kas dan setara kas sebesar US$22,44 miliar.

Program buyback dilakukan ketika NVIDIA menghasilkan arus kas besar dari tingginya permintaan terhadap prosesor AI. CEO NVIDIA Jensen Huang mengatakan perusahaan tetap memiliki kemampuan untuk berinvestasi pada teknologi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.

"Arus kas kami memberi kami kapasitas untuk berinvestasi pada teknologi yang mendorong transformasi ini dan mengembalikan modal kepada pemegang saham," kata Huang dalam pernyataan perusahaan.

Analis Emarketer Jacob Bourne menilai keputusan tersebut menunjukkan keyakinan NVIDIA terhadap prospek permintaan perangkat keras dan layanan AI. Menurutnya, perusahaan memiliki kemampuan menghasilkan kas untuk mendukung investasi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Analis teknologi Quilter Cheviot Ben Barringer mengatakan langkah tersebut mengingatkan pada strategi Apple dalam menggunakan buyback untuk menopang saham ketika pertumbuhan melambat dan tekanan terhadap valuasi meningkat.

Besarnya program terbaru NVIDIA juga menunjukkan skala dana yang dapat dialokasikan perusahaan untuk buyback. Tambahan US$150 miliar tersebut bahkan lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasar sekitar 84% perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 berdasarkan data LSEG.

Buyback jumbo tersebut datang ketika investor mulai mencermati valuasi dan prospek pertumbuhan NVIDIA. Berdasarkan data LSEG, saham NVIDIA diperdagangkan sekitar 16,5 kali estimasi laba 12 bulan ke depan, level terendah sejak Januari 2015 dan berada di bawah rata rata 15 tahun sekitar 30 kali.

Di sisi lain, NVIDIA masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan yang tinggi. Perusahaan sebelumnya memperkirakan pendapatan pada tahun fiskal 2028 dapat tumbuh sekitar 70%.