Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Oleh Hidayat Taufik pada 25 Oct 2026, 09:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries 2026 yang diterbitkan U.S. Geological Survey (USGS), produksi tambang emas global sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 3.300 ton.

China menjadi produsen emas terbesar di dunia, disusul Rusia dan Australia. Sementara itu, Indonesia belum masuk dalam daftar 10 besar negara penghasil emas berdasarkan volume produksi, meski memiliki cadangan emas yang cukup besar.

Berikut daftar 10 negara dengan produksi tambang emas terbesar di dunia berdasarkan data USGS.

1. China, 380 ton

China menempati posisi teratas dengan produksi emas sekitar 380 ton pada 2025. Besarnya kapasitas pertambangan dan kegiatan eksplorasi mendukung posisi negara ini sebagai salah satu pemasok utama emas dunia.

Cadangan emas China diperkirakan mencapai 3.200 ton. Sementara itu, China Gold Association mencatat produksi sebesar 381,3 ton, sedikit berbeda dari estimasi USGS karena perbedaan sumber dan metode penghitungan.

2. Rusia, 310 ton

Rusia berada di peringkat kedua dengan produksi sekitar 310 ton pada 2025. Negara ini juga memiliki cadangan emas yang diperkirakan mencapai 12.000 ton, didukung oleh sumber daya mineral yang tersebar di wilayahnya yang luas.

3. Australia, 280 ton

Australia menghasilkan sekitar 280 ton emas sepanjang 2025. Negara ini memiliki cadangan emas terbesar dalam daftar, yakni sekitar 13.000 ton, serta didukung oleh industri pertambangan mineral yang berkembang.

4. Kanada, 200 ton

Kanada menempati posisi keempat dengan produksi emas sekitar 200 ton. Cadangan emas negara ini diperkirakan mencapai 3.200 ton, dengan aktivitas pertambangan yang tersebar di berbagai provinsi.

Sektor pertambangan juga menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian Kanada, termasuk melalui pengelolaan berbagai komoditas mineral.

5. Amerika Serikat, 160 ton

Amerika Serikat memproduksi sekitar 160 ton emas pada 2025, dengan cadangan diperkirakan mencapai 3.000 ton. Nevada menjadi salah satu wilayah utama yang menopang produksi emas negara tersebut.

6. Ghana, 150 ton

Ghana mencatat produksi emas sekitar 150 ton pada 2025. Negara di Afrika Barat ini merupakan salah satu produsen emas utama di kawasan tersebut, dengan cadangan diperkirakan mencapai 1.000 ton.

Emas juga menjadi komoditas penting bagi kegiatan ekspor dan sektor pertambangan Ghana.

7. Meksiko, 140 ton

Meksiko menghasilkan sekitar 140 ton emas pada 2025, dengan cadangan diperkirakan mencapai 1.400 ton. Negara ini termasuk salah satu produsen mineral penting di kawasan Amerika Latin.

8. Kazakhstan, 130 ton

Kazakhstan mencatat produksi emas sekitar 130 ton pada 2025. Negara di Asia Tengah ini memiliki cadangan emas sekitar 2.300 ton dan mengandalkan sektor pertambangan sebagai salah satu bagian dari perekonomiannya.

9. Uzbekistan, 130 ton

Uzbekistan juga menghasilkan sekitar 130 ton emas pada 2025. Cadangan emasnya diperkirakan mencapai 2.200 ton, menjadikan komoditas ini sebagai salah satu bagian penting dalam industri pertambangan dan ekspor negara tersebut.

10. Peru, 110 ton

Peru melengkapi daftar 10 besar dengan produksi emas sekitar 110 ton pada 2025. Negara di Amerika Selatan ini diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 2.200 ton, dengan sektor pertambangan berperan penting dalam perekonomiannya.

Bagaimana Posisi Indonesia?

Indonesia belum masuk dalam daftar 10 besar produsen emas dunia berdasarkan data tersebut. Produksi tambang emas nasional diperkirakan mencapai sekitar 90 ton pada 2025, jauh di bawah China yang menghasilkan sekitar 380 ton.

Meski demikian, Indonesia memiliki potensi dari sisi cadangan emas. USGS memperkirakan cadangan emas Indonesia mencapai 3.600 ton, lebih besar dibandingkan estimasi cadangan China, Kanada, dan Amerika Serikat.

Perbedaan antara produksi dan cadangan menunjukkan bahwa jumlah emas yang tersimpan dalam cadangan mineral tidak selalu sebanding dengan volume yang berhasil ditambang setiap tahunnya.