Deretan Musisi Dunia yang Tuai Boikot akibat Dukungan ke Israel

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 11 Oct 2026, 10:44 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah musisi dunia menjadi sorotan di Indonesia karena rekam jejak yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel. Dua nama yang mencuat adalah penyanyi gospel Israel Houghton dan penyanyi tenor Andrea Bocelli.

Pemerintah telah memutuskan tidak menerbitkan visa bagi Israel Houghton apabila ia mengajukan permohonan masuk ke Indonesia. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mempertimbangkan aktivitasnya serta posisi Indonesia dalam isu Palestina.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, aktivitas dan rekam jejak Houghton menjadi perhatian pemerintah. Sikap tersebut dinilai tidak sejalan dengan posisi Indonesia terkait perjuangan rakyat Palestina.

"Atas pertimbangan tersebut, Israel Houghton telah masuk dalam daftar Subject of Interest (SOI) Keimigrasian. Dengan status tersebut, apabila Israel Houghton mengajukan visa untuk masuk ke Indonesia, permohonan visa yang bersangkutan tidak akan diterbitkan," kata Hendarsam.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah koordinasi lintas lembaga. Koordinasi melibatkan Kemenko Polkam, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, dan Polri.

Yusril menyatakan pemerintah mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri serta komitmen Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina. Pemerintah juga menegaskan tidak akan mengizinkan kegiatan yang dinilai berpotensi merugikan perjuangan tersebut.

Sementara itu, rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mendesak pemerintah membatalkan rencana konser tersebut.

Sudarnoto menyoroti rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel atau IDF di Los Angeles pada 2010. Bocelli juga tercatat menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

MUI menilai rekam jejak tersebut perlu menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyikapi rencana kedatangan sang penyanyi. Sudarnoto juga mengkritik dugaan dukungan kementerian terkait terhadap rencana konser tersebut.

"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," ujar Sudarnoto.

Penolakan terhadap kedua musisi tersebut menunjukkan bagaimana isu Palestina turut memengaruhi respons publik dan sejumlah pihak terhadap agenda hiburan internasional di Indonesia. Namun, status keduanya berbeda, pemerintah telah menyatakan tidak akan menerbitkan visa bagi Israel Houghton, sedangkan MUI mendesak pembatalan rencana konser Andrea Bocelli.