Desta Tinggalkan Vindes, Pelajaran Menjaga Persahabatan

Oleh Hidayat Taufik pada 29 Aug 2026, 10:01 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Deddy Mahendra Desta memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya di Vindes Corp setelah kurang lebih lima tahun menjalankan berbagai aktivitas bersama Vincent Rompies.

Keputusan tersebut sekaligus menandai perubahan dalam perjalanan profesional keduanya.

Ia menyebut langkah tersebut telah melalui berbagai pertimbangan dan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak.

“Saya izin pamit dari Vindes Corp yaH teman-teman. Keputusan ini sudah melalui banyak pertimbangan dan pada akhirnya diambil dengan harapan menjadi yang terbaik untuk semua pihak,” tulis Desta, dikutip melalui media sosial, Sabtu (29/08/26).

Selain mengumumkan kepergiannya, Desta juga mengingatkan publik agar tidak mengaitkan keputusannya dengan berbagai isu yang tidak memiliki dasar. Ia berharap masyarakat tidak membangun asumsi mengenai alasan di balik langkah tersebut.

Desta kemudian memberikan pesan secara khusus kepada Vincent Rompies. Ia menyampaikan bahwa berakhirnya kerja sama dalam dunia profesional tidak berarti hubungan sebagai sahabat ikut berakhir.

“And especially to @vincentrompies. Love you always, my brother. Mohon maaf kalau selama ini saya banyak salah selama di Vindes,” katanya.

Vindes Corp sendiri tetap melanjutkan kegiatan perusahaan dengan Vincent Rompies bersama jajaran tim. Dengan keluarnya Desta, perusahaan memasuki tahap baru dalam perjalanan bisnis dan kreativitasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan dalam hubungan pekerjaan tidak harus membuat hubungan pertemanan ikut terputus. Dalam kehidupan sehari-hari, hal serupa juga dapat dialami oleh sahabat yang sebelumnya bekerja di tempat yang sama, tetapi kemudian memilih arah karier berbeda.

Persahabatan Berubah Seiring Perjalanan Hidup

Hubungan pertemanan pada masa dewasa dapat mengalami perubahan karena berbagai keadaan. Kesibukan pekerjaan, perpindahan tempat tinggal, kehidupan keluarga, hingga perubahan prioritas bisa membuat waktu untuk bertemu menjadi semakin terbatas.

Psikolog Loren Soeiro, PhD, ABPP, dalam Psychology Today menyebut perubahan kehidupan pada orang dewasa dapat memberikan tantangan tersendiri bagi persahabatan yang telah berlangsung lama.

Soeiro menjelaskan bahwa persahabatan berbeda dari hubungan keluarga karena hubungan tersebut dibangun berdasarkan pilihan. Oleh sebab itu, perubahan situasi kehidupan dapat memengaruhi seberapa sering seseorang mempertahankan interaksi dengan sahabatnya.

Ketika rutinitas yang sebelumnya mempertemukan dua orang setiap hari sudah tidak ada, kedekatan pun berpotensi mengalami perubahan. Contohnya, dua sahabat yang dahulu bekerja di kantor yang sama kemudian memiliki pekerjaan dan lingkungan berbeda.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu berarti persahabatan harus berakhir. Menjaga hubungan dapat dilakukan dengan tetap berkomunikasi dan menyediakan waktu untuk saling bertemu ketika memungkinkan.

Komunikasi juga tidak harus dilakukan secara terus-menerus. Yang lebih penting adalah adanya perhatian, pengertian, serta kemauan untuk tetap menjaga hubungan di tengah kesibukan masing-masing.

Setiap orang juga perlu memahami bahwa kehidupan sahabatnya dapat berubah. Menghormati kesibukan, pilihan karier, dan prioritas masing-masing dapat membantu hubungan tetap berjalan secara sehat.

Pada akhirnya, berakhirnya hubungan profesional tidak harus menjadi akhir dari sebuah persahabatan. Dengan saling menghargai dan menjaga komunikasi, hubungan personal tetap dapat dipertahankan meski keduanya sudah tidak lagi berada dalam lingkungan pekerjaan yang sama.