Di Tengah Perang Rusia-Ukraina, NATO Kembali Uji Kesiapan Nuklir

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Oct 2026, 14:10 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO akan menggelar latihan pencegahan nuklir tahunan bertajuk Steadfast Noon di Italia pada 13 hingga 23 Oktober 2026. Latihan ini melibatkan 17 negara anggota di tengah meningkatnya ketegangan antara aliansi tersebut dan Rusia.

NATO mengumumkan agenda latihan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Aliansi itu menyebut kegiatan tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari untuk menjaga kesiapan pasukan serta menguji prosedur pencegahan dan pertahanan.

Dalam pernyataannya, NATO menegaskan Steadfast Noon merupakan latihan rutin yang bertujuan menjaga kesiapsiagaan militer. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengujian kemampuan aliansi dalam menghadapi berbagai risiko keamanan.

NATO memastikan latihan tersebut tidak menggunakan senjata nuklir sungguhan. Aliansi itu juga menyatakan kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan perkembangan situasi global saat ini dan tidak ditujukan untuk menghadapi negara tertentu.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan latihan tersebut penting untuk memastikan kemampuan pencegahan nuklir aliansi tetap aman, efektif, dan dapat diandalkan. Ia juga menilai kegiatan itu menunjukkan persatuan dan tekad negara anggota dalam menjaga perdamaian serta menangkal agresi.

Latihan berlangsung ketika hubungan NATO dan Rusia masih diwarnai ketegangan akibat perang di Ukraina yang dimulai pada 2022. Situasi tersebut membuat isu keamanan dan kemampuan pertahanan di kawasan Eropa tetap menjadi perhatian.

Rusia sebelumnya menuduh NATO melakukan tindakan provokatif di sekitar Kaliningrad, wilayah eksklave Rusia yang terpisah dari wilayah utama negara tersebut. Moskow juga memperingatkan bahwa Rusia siap menggunakan seluruh persenjataannya.

Pernyataan Rusia tersebut mendapat kecaman dari NATO. Meski demikian, para pejabat aliansi menyatakan belum melihat perubahan besar dalam postur nuklir Moskow.

Melalui Steadfast Noon, NATO berupaya menguji kesiapan pasukan dan prosedur pertahanan nuklir yang dimiliki aliansi. Namun, NATO menegaskan latihan ini merupakan agenda rutin, bukan persiapan serangan terhadap negara tertentu.

Pelaksanaan latihan tersebut menjadi perhatian di tengah situasi keamanan Eropa yang masih sensitif. Meski begitu, berdasarkan keterangan NATO, kegiatan ini tidak melibatkan penggunaan senjata nuklir sungguhan dan tidak ditujukan untuk melawan negara mana pun.