Zelensky Kritik AS Usai Serangan Rusia Tewaskan 78 Orang

Oleh Desti Dwi Natasya pada 09 Oct 2026, 15:30 WIB

Volodymyr Zelensky mengkritik sikap AS setelah serangan Rusia menewaskan puluhan orang di Ukraina dan mendesak dukungan pertahanan udara serta akses Starlink.

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik Amerika Serikat (AS) setelah serangan Rusia menewaskan 78 orang dan melukai 215 lainnya di sejumlah wilayah Ukraina dalam dua hari.

Zelensky menilai Washington belum menunjukkan kesediaan yang cukup untuk membantu Ukraina mempertahankan diri, terutama ketika AS masih berupaya membangun hubungan ekonomi dengan Rusia sekaligus menjadi penengah dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah serangan drone dan rudal Rusia menewaskan puluhan orang, termasuk 22 korban dalam serangan terhadap bangunan tempat tinggal di Pryluky, sekitar 130 kilometer di sebelah timur Kyiv.

"Bukalah Starlink untuk Ukraina. Anda memang membukanya ketika Anda menanggapi Iran... Saya telah mengatakan secara terbuka — berikan kepada kami, bantu kami mempertahankan wilayah udara kami dan mendominasi di sana. Dan kemudian Putin akan duduk di meja perundingan," kata Zelensky, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (9/10/2026).

Zelensky juga mempertanyakan konsistensi sikap Washington yang berusaha memediasi perang, tetapi pada saat bersamaan membahas peluang kerja sama ekonomi dengan Moskow.

"Jadi di mana kebenarannya di sini, di mana kejujurannya? Di mana kebuntuannya? ... Itu disebut keengganan," ujarnya, merujuk pada pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menggambarkan perang Ukraina berada dalam kondisi kebuntuan.

"Kita tidak bisa, di satu sisi, bernegosiasi dengan Rusia tentang proyek-proyek ekonomi masa depan, sementara di sisi lain mengatakan bahwa kita berada dalam semacam kebuntuan diplomatik," tambah Zelensky.

Sebelumnya, pejabat Rusia dan AS dilaporkan membahas kemungkinan keterlibatan investor Amerika dalam proyek pipa Nord Stream, yang sebelumnya digunakan untuk menyalurkan gas Rusia ke Jerman sebelum invasi Moskow ke Ukraina.

Di tengah situasi tersebut, delegasi Ukraina dijadwalkan berangkat ke AS pada Jumat dan Sabtu untuk melakukan pembicaraan mengenai dukungan pertahanan serta upaya mengakhiri perang.

Zelensky mendesak Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan sanksi terhadap Rusia dan berharap mitra-mitra Eropa ikut terlibat dalam perundingan.

Pertahanan udara menjadi salah satu agenda utama yang ingin dibahas Ukraina, mengingat serangan Rusia terhadap kota-kota dan infrastruktur penting terus berlangsung.

Di Kramatorsk, Gubernur regional Vadym Filashkin menuduh Rusia sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran dalam serangan terhadap bus penumpang.

"Rusia sengaja menargetkan warga sipil. Bagi mereka, bus yang penuh penumpang adalah target yang menarik justru karena satu serangan saja dapat membunuh sebanyak mungkin orang," kata Filashkin melalui Telegram.

Sementara itu, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan empat orang tewas dan sejumlah warga terluka dalam serangan di ibu kota yang turut mengganggu pasokan air dan listrik.

Rusia membantah sengaja menargetkan warga sipil. Namun, serangan berulang menggunakan rudal dan drone terus menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Ukraina.