JAKARTA, Cobisnis.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat jatuh di bawah level 5.000 pada perdagangan Senin (19/10/2026). Di tengah tekanan pasar tersebut, Danantara membuka peluang menambah kepemilikan saham di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai memiliki fundamental kuat.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai fluktuasi harga saham merupakan dinamika yang wajar terjadi di pasar modal. Ia optimistis kondisi pasar dapat berangsur membaik seiring kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.
"Biasa itu dinamika. Dan pelan-pelan yang paling penting fundamental kita bagus," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Dony menyampaikan, Danantara melalui Danantara Asset Management (DAM) berencana mengevaluasi peluang pembelian saham, terutama emiten BUMN yang telah tercatat di bursa. Langkah tersebut akan mempertimbangkan kualitas fundamental masing-masing perusahaan.
"Kalau bagus kita beli, utamanya saham BUMN. Dan menambah kepemilikannya. Kita akan cek, saham-saham yang bagus, yang fundamentalnya bagus," kata Dony.
Peluang tersebut muncul ketika IHSG mengalami tekanan tajam pada awal perdagangan. Indeks sempat merosot 5,18% ke level 4.916,60, menjadi posisi terendah dalam sekitar 10 tahun terakhir.
Pada penutupan perdagangan, IHSG masih berada di zona merah pada level 4.996,60. Indeks turun 188 poin atau sekitar 3,64% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penurunan tersebut membawa IHSG kembali ke bawah level psikologis 5.000. Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar, sementara Danantara melihat peluang untuk menilai saham BUMN yang memiliki fundamental kuat.
Meski demikian, Dony belum merinci saham perusahaan mana saja yang akan menjadi sasaran pembelian. Keputusan penambahan kepemilikan akan bergantung pada hasil evaluasi terhadap saham yang dinilai memiliki prospek fundamental baik.