JAKARTA, Cobisnis.com – Arab Saudi memberikan dukungan dana kepada Pakistan senilai sekitar US$ 3 miliar atau setara Rp51,39 triliun. Dana tersebut berbentuk deposito untuk membantu menjaga stabilitas neraca pembayaran negara tersebut.
Langkah ini diambil di tengah tekanan utang yang masih membebani ekonomi Pakistan. Salah satu kewajiban besar yang harus dipenuhi adalah pembayaran kepada Uni Emirat Arab yang jatuh tempo dalam jumlah signifikan.
Suntikan dana ini juga menjadi bagian dari perpanjangan kerja sama keuangan antara kedua negara. Sebelumnya, Arab Saudi juga telah menyepakati rollover deposit tambahan senilai US$ 5 miliar.
Dukungan tersebut menunjukkan hubungan ekonomi yang semakin erat antara Riyadh dan Islamabad. Pakistan menjadi salah satu negara yang secara rutin mendapatkan bantuan keuangan dari Arab Saudi.
Di sisi lain, Pakistan masih menghadapi tekanan pada cadangan devisa yang terbatas. Kondisi ini membuat negara tersebut rentan terhadap gejolak pembayaran utang luar negeri.
Masuknya dana dari Arab Saudi memberikan ruang stabilitas sementara bagi perekonomian Pakistan. Hal ini juga membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap kemampuan fiskal negara tersebut.
Selain bantuan ini, hubungan kedua negara juga mencakup kerja sama energi dan investasi jangka panjang. Arab Saudi sebelumnya pernah memberikan paket bantuan serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Pasar keuangan merespons positif kabar ini dengan penguatan obligasi Pakistan. Investor menilai suntikan dana dapat mengurangi risiko gagal bayar dalam jangka pendek.
Namun, tantangan struktural ekonomi Pakistan masih menjadi perhatian utama. Ketergantungan pada bantuan eksternal dinilai belum menjadi solusi jangka panjang.
Dengan kondisi ini, reformasi fiskal dan penguatan basis ekonomi domestik tetap dibutuhkan. Bantuan internasional hanya menjadi penopang sementara stabilitas keuangan.