EBITDA BUMA International Group Melonjak 98 Persen pada Kuartal I 2026

Oleh Rizki Meirino pada 30 May 2026, 10:38 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – BUMA International Group mengumumkan hasil keuangan dan operasional konsolidasi untuk kuartal pertama 2026. Perusahaan mencatat peningkatan EBITDA yang signifikan meski menghadapi periode dengan curah hujan musiman tertinggi.

Pada kuartal I 2026, EBITDA tercatat sebesar US$28 juta atau meningkat 98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Margin EBITDA juga naik menjadi 11 persen dari sebelumnya 5 persen pada kuartal I 2025.

Pendapatan perusahaan tercatat sebesar US$318 juta atau turun 10 persen secara tahunan. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berakhirnya beberapa kontrak pertambangan di Indonesia dan Australia selama tahun 2025.

Volume pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal turun 12 persen menjadi 89 juta bank cubic meter. Sementara itu, produksi batu bara menurun 20 persen menjadi 15 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, perbaikan operasional terus berlanjut sepanjang kuartal pertama. Di Indonesia, jam non-produktif turun 14 persen dan produktivitas meningkat seiring membaiknya kondisi jalan angkut serta efisiensi operasional.

Perusahaan juga berhasil menekan biaya unit per BCM sebesar 1 persen secara tahunan. Efisiensi tenaga kerja dan pengelolaan armada menjadi faktor utama yang mendukung pengendalian biaya tersebut.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan pemulihan yang dibangun sepanjang 2025 terus berlanjut pada awal tahun ini. Menurutnya, disiplin biaya dan peningkatan produktivitas menjadi fondasi utama kinerja perusahaan.

Selain mencatat arus kas bebas positif sebesar US$2 juta, perusahaan juga membukukan nol fatalitas di seluruh operasional pada kuartal pertama 2026. BUMA International turut melaporkan penurunan emisi Cakupan 1 dan 2 sebesar 13,3 persen serta peningkatan kontribusi batu bara non-termal menjadi 21 persen dari total pendapatan Grup.