Jepang Kucurkan Rp 1.300 Triliun dalam Sebulan demi Selamatkan Yen yang Terus Melemah

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 May 2026, 09:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Jepang menggelontorkan dana sebesar 11,7 triliun yen atau sekitar Rp 1.300 triliun dalam kurun satu bulan terakhir untuk menopang nilai tukar yen yang terus tertekan. Langkah ini dilakukan melalui intervensi di pasar valuta asing oleh Bank Sentral Jepang atas instruksi Kementerian Keuangan.

Data resmi Kementerian Keuangan Jepang yang dilansir AFP pada 29 Mei 2026 mencatat intervensi berlangsung antara 28 April hingga 27 Mei 2026. Tanggal pastinya tidak diumumkan, namun aksi besar pertama disebut terjadi pada 30 April.

Pemicu utama intervensi adalah pelemahan yen yang mendekati level 160 per dolar AS pada akhir April. Kondisi ini dianggap berisiko bagi stabilitas ekonomi Jepang.

Pada 8 Mei, laporan media Jepang menyebut sekitar 10 triliun yen sudah digunakan untuk menopang mata uang tersebut. Jumlah itu terus bertambah hingga total intervensi menembus 11,7 triliun yen.

Dampaknya sempat terlihat, dengan yen menguat ke sekitar 155 per dolar AS pada awal Mei. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama.

Pada akhir pekan ini, yen kembali melemah ke sekitar 159,2 per dolar AS. Hal ini memunculkan keraguan terhadap efektivitas intervensi jangka pendek.

Tekanan terhadap yen dipicu oleh dua faktor utama, yakni kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah serta perbedaan suku bunga yang lebar antara AS dan Jepang.

Ini bukan kali pertama Jepang melakukan intervensi. Pada Juli 2024, Jepang juga turun tangan dengan dana sekitar 5,5 triliun yen untuk menstabilkan mata uangnya.

Jika dibandingkan, intervensi kali ini jauh lebih besar dari sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan besarnya tekanan yang sedang dihadapi yen di pasar global.