Ekosistem CFX Mendorong Sinergi Regulator dan Pelaku Industri Aset Digital

Oleh Iwan Supriyatna pada 23 Aug 2026, 14:14 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), bersama dengan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI), dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), menegaskan komitmen nyata dalam mengakselerasi pertumbuhan industri aset keuangan digital Tanah Air yang patuh regulasi, aman, dan berkelanjutan.

Memanfaatkan momentum berkumpulnya para pemangku kepentingan global dan domestik pada helatan Coinfest Asia 2026, ekosistem CFX berpartisipasi dalam memfasilitasi ruang dialog inklusif, edukasi publik, serta pengembangan inovasi produk berbasis tata kelola yang baik.

Langkah ini mempertegas posisi CFX sebagai benchmark utama bagi para pelaku industriaset kripto nasional.

Sebagai bentuk inisiatif konkret, Bursa Kripto CFX bersama KKI dan ICC menggelar duaagenda strategis. Pertama, CFX Seaside Mixer, sebuah ruang networking eksklusif yangmempertemukan legislator, regulator, pelaku industri, penyedia teknologi, hingga investorinstitusi.

Kedua, CFX Cryptalk Vol. 2.0: Synergy for Integrity, sebuah forum diskusi interaktifyang dihadiri oleh perwakilan Komisi XI DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengelolainfrastruktur BKK (Bursa, Kliring, Kustodian), serta Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD)yang merupakan anggota Bursa CFX.

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menjelaskan bahwa CFX Cryptalk Vol. 2.0 dirancang sebagai langkah nyata bursa dalam menetapkan tolok ukur baru bagi tata kelola dan transparansi industri.

Forum ini menghadirkan ruang komunikasi dua arah yang konstruktif antara penyelenggara infrastruktur dan para anggota bursa, yang disimak langsung secaratransparan oleh regulator serta pembuat kebijakan.

"CFX Cryptalk yang kedua kali ini menjadi ruang diskusi dua arah antara kami sebagaipenyelenggara infrastruktur dengan anggota kami, yang turut disimak oleh OJK dan Komisi XI DPR RI. Diskusi dan interaksi yang terjalin membahas mengenai implikasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) terhadap aktivitas usahasehari-hari, dinamika, tantangan, serta pertanyaan yang dihadapi pelaku industri dalam merespons penyesuaian regulasi tersebut," ujar Subani.

Melalui CFX Seaside Mixer dan CFX Cryptalk Vol. 2.0, Subani berharap seluruh aspirasi danhasil diskusi dapat memberikan masukan substantif bagi arah kebijakan turunan serta pengawasan adaptif yang mampu meningkatkan daya saing industri kripto nasional.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas lembaga sekaligus membangun fondasi kepercayaan publik yang kian kokoh terhadap ekosistem aset keuangan digital Tanah Air.

Jajaran eksekutif ekosistem CFX, termasuk perwakilan KKI dan ICC, juga turut aktifmembagikan pemikiran dalam rangkaian panel diskusi Coinfest Asia 2026.

Pembahasan berfokus pada pemaparan literasi dan topik strategis masa depan industri, seperti "Stablecoins in Asia: From Crypto Settlement to Real Corporate Payments" dan "Stablecoins, SettlementModels and Institutional Readiness".

“CFX tidak hanya berfokus pada keandalan infrastruktur BKK, tetapi juga secara konsisten mengemban mandat edukasi dan literasi untuk mengukuhkan posisi kami sebagai benchmark utama industri. Melalui sinergi pemangku kepentingan dan kesiapan sistem yang terintegrasi, kami optimistis dapat membawa industri aset keuangan digital Indonesia semakin terpercaya, transparan, dan berdaya saing.” tutup Subani.

Tag Terkait