Fatmawati Menjahit Bendera Proklamasi, Ini Kisah di Baliknya

Oleh Hidayat Taufik pada 12 Aug 2026, 14:02 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 memiliki sejarah panjang. Di balik bendera tersebut terdapat peran penting Fatmawati Soekarno.

Fatmawati, yang kemudian dikenal sebagai Ibu Negara pertama Indonesia, merupakan sosok yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan dalam momentum Proklamasi.

Pembuatan bendera tersebut berlangsung dalam situasi yang penuh keterbatasan.

Saat itu, Indonesia masih berada di bawah pendudukan Jepang dan berbagai persiapan menuju kemerdekaan mulai dilakukan oleh para tokoh pergerakan.

Menjelang 1945, situasi Perang Dunia II turut memengaruhi kondisi Indonesia.

Jepang mulai mengalami kekalahan, sementara harapan masyarakat terhadap kemerdekaan semakin besar.

Para tokoh pergerakan dan kelompok pemuda kemudian mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut peluang kemerdekaan.

Salah satu peristiwa penting yang terjadi sebelum Proklamasi adalah Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945.

Dalam peristiwa tersebut, golongan muda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Setelah melalui sejumlah perdebatan,

Proklamasi akhirnya ditetapkan berlangsung pada 17 Agustus 1945.

Namun, persiapan simbol kemerdekaan ternyata sudah dilakukan sebelumnya.

Berdasarkan kisah dalam buku Ibu Bangsa: Biografi Fatmawati Soekarno, Fatmawati mulai tergerak membuat bendera Merah Putih ketika Jepang memberikan sinyal mengenai kemungkinan kemerdekaan Indonesia.

Ketika itu, Jepang juga mulai mengizinkan pengibaran bendera nasional. Akan tetapi, mendapatkan kain bukan perkara mudah karena kondisi Indonesia masih berada dalam situasi perang dan penuh keterbatasan.

Jahitan Fatmawati kemudian menjadi bagian penting dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Bendera tersebut bukan hanya menjadi simbol negara, tetapi juga merekam perjuangan dan persiapan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa perjuangan menuju Proklamasi tidak hanya dilakukan melalui pergerakan politik dan perjuangan fisik. Peran perempuan, termasuk Fatmawati, turut menjadi bagian dari sejarah lahirnya Indonesia merdeka.