Kabar Reshuffle Kabinet Usai 17 Agustus, Bahlil Angkat Bicara

Oleh Hidayat Taufik pada 12 Aug 2026, 13:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan terkait kabar Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Bahlil menyatakan bahwa sebagai bagian dari pemerintahan, para menteri memiliki tugas membantu Presiden menjalankan roda pemerintahan.

Setiap pekerjaan yang dilakukan harus berpedoman pada arahan Presiden dan aturan hukum yang berlaku.

"Yang begini tugas kami sebagai menteri itu adalah pembantu Presiden.

Yang namanya pembantu Presiden, ia bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pak Presiden dan sesuai dengan apa yang diatur dalam undang-undang," ujar Bahlil di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Terkait kemungkinan perombakan kabinet, Bahlil menilai keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden.

Ia menegaskan bahwa kewenangan untuk menentukan susunan kabinet merupakan hak prerogatif Prabowo.

Karena itu, Bahlil memilih tidak berspekulasi mengenai rencana reshuffle yang tengah menjadi pembicaraan.

Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Presiden.

"Kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden yang mempunyai hak prerogatif," kata Bahlil.

Bahlil juga meminta para menteri tetap fokus menjalankan tugas yang telah diberikan. Menurutnya, tidak semestinya seorang menteri mengambil tindakan yang berada di luar batas kewenangannya.

Ia menekankan pentingnya setiap menteri bekerja sesuai dengan mandat yang telah diberikan Presiden tanpa melakukan langkah tambahan yang tidak diperlukan.

"Kita dibawa ini nggak boleh gerakan tambahan. Jangan berpikir, apalagi bertindak melampaui batas kewenangan yang diberikan," ujarnya.

Isu reshuffle kabinet kembali menjadi perhatian publik menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI. Sejumlah kabar menyebutkan Prabowo berpeluang melakukan perubahan dalam jajaran kabinet setelah 17 Agustus.

Meski demikian, kabar yang beredar menyebut reshuffle tersebut kemungkinan hanya dilakukan dalam skala terbatas. Perubahan kabinet diperkirakan berkaitan dengan pengisian sejumlah posisi yang hingga kini masih belum terisi.