JAKARTA, Cobisnis.com — Filipina menemukan sianida di kapal China yang beroperasi di wilayah sengketa Laut China Selatan. Temuan ini diumumkan pejabat keamanan pada Senin.
Otoritas menyebut uji laboratorium mengonfirmasi zat beracun tersebut. Sianida ditemukan dalam botol yang disita Angkatan Laut Filipina tahun lalu.
Operasi dilakukan di Second Thomas Shoal, yang juga dikenal sebagai Ayungin Shoal. Wilayah ini menjadi titik panas sengketa kedua negara.
Namun, pejabat memperingatkan dampak serius bagi lingkungan laut. Sianida dapat merusak ekosistem dan membunuh populasi ikan.
Selain itu, zat tersebut juga berpotensi melemahkan terumbu karang. Terumbu itu menopang kapal perang Filipina yang sengaja dikandaskan di lokasi.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Filipina, Cornelio Valencia, menyebut tindakan itu sebagai sabotase. Ia menilai penggunaan sianida mengancam sumber pangan personel angkatan laut.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China membantah tuduhan tersebut. Beijing menyebut klaim Filipina sebagai rekayasa tanpa dasar.