Sampul Surya Paloh di Tempo Picu Reaksi Kader Partai NasDem

Oleh Hidayat Taufik pada 15 Apr 2026, 08:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Reaksi keras datang dari sejumlah elite Partai NasDem terhadap sampul Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum mereka, Surya Paloh. Sampul tersebut dikaitkan dengan isu penggabungan NasDem dengan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Tak hanya mempermasalahkan visual sampul, para kader juga mengkritisi isi laporan yang dinilai kurang tepat, terutama dalam penggunaan istilah “merger”. Mereka menilai istilah tersebut tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya. Sebagai bentuk protes, sejumlah kader bahkan mendatangi kantor Tempo untuk menyampaikan keberatan sekaligus menuntut klarifikasi.

Ketua DPW NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai penyajian visual pada sampul majalah tersebut berpotensi menimbulkan kesan yang merendahkan. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap tokoh publik sah dilakukan, namun tetap harus disampaikan secara proporsional dan menjunjung etika.

Di sisi lain, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, menegaskan bahwa istilah “merger” tidak tepat digunakan. Ia menjelaskan bahwa gagasan yang disampaikan Surya Paloh lebih mengarah pada pembentukan blok politik, bukan peleburan partai.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi NasDem, Martin Manurung, menilai pemberitaan tersebut sudah melampaui batas kebebasan pers. Ia pun mendorong Dewan Pers untuk turun tangan menilai apakah terdapat pelanggaran kode etik jurnalistik.

Penolakan juga datang dari daerah. Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, memastikan bahwa tidak ada pembahasan terkait penggabungan dengan partai lain. Ia menegaskan bahwa NasDem berdiri sebagai wadah perjuangan politik, bukan untuk dilebur atau diperjualbelikan.