JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah potret dari pulau selatan Iran kini memiliki makna baru di tengah meningkatnya konflik regional. Foto tersebut diambil oleh Hoda Afshar di pulau Qeshm dan Hormuz.
Dalam gambar itu, seorang perempuan bernama Salimeh berdiri dengan latar kain dan angin yang mengangkat kerudungnya. Namun, momen tersebut terjadi secara spontan saat fotografer menekan tombol kamera.
Sejak 2015, Afshar rutin mendokumentasikan kehidupan masyarakat dan lanskap di kedua pulau tersebut. Selain itu, ia juga mengeksplorasi kepercayaan lokal tentang angin yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Warga setempat percaya beberapa angin membawa dampak baik, sementara lainnya dapat menyebabkan gangguan. Salah satu kepercayaan menyebut angin zār bisa memasuki tubuh manusia dan memicu penyakit.
Karena itu, perempuan dalam foto menggunakan topeng untuk mengelabui roh yang dipercaya lebih rentan menyerang wanita. Karya ini kemudian dimuat dalam buku Speak the Wind yang terbit pada 2021.
Namun, makna karya tersebut berubah seiring meningkatnya ketegangan militer di kawasan.