JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang traveler mencatat lebih dari 500 penerbangan business class sepanjang kariernya. Namun, ia menilai tidak semua penerbangan layak untuk upgrade mahal.
Richard Robinson telah mencatat 945 penerbangan sejak 2010. Selain itu, ia menempuh lebih dari 1,5 juta mil dan melewati 130 bandara.
Dari total tersebut, 521 penerbangan dilakukan di business class. Namun, pengalaman panjang itu membuatnya lebih fokus pada hal mendasar.
Menurutnya, kenyamanan tidur menjadi faktor paling penting saat terbang jarak jauh. Karena itu, ia selalu memilih kursi yang bisa direbahkan penuh atau lie-flat.
Ia menjelaskan bahwa tidur berkualitas bisa mengurangi jet lag secara signifikan. Selain itu, kondisi tubuh saat tiba sangat memengaruhi performa kerja.
Robinson juga menyoroti pentingnya konfigurasi kursi dalam kabin. Misalnya, ia lebih memilih tata letak 1-2-1 karena semua penumpang mendapat akses lorong langsung.
Sebaliknya, ia menghindari kursi sempit atau berbagi ruang kaki dengan penumpang lain. Akibatnya, pengalaman tidur bisa terganggu dan terasa tidak nyaman.
Selain kursi, ia memperhatikan jenis pesawat sebelum memesan tiket. Ia merekomendasikan pesawat seperti Airbus A350 dan Boeing 787 Dreamliner