Gas Melon Tembus Rp45 Ribu, UMKM Kuliner Diminta Bertahan Sampai Kapan?

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 23 Jun 2026, 21:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai berdampak pada pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner. Harga gas melon di tingkat pengecer bahkan mencapai Rp45 ribu per tabung.

Kondisi tersebut terjadi di Kabupaten Sekadau dan membuat biaya operasional pelaku usaha makanan meningkat. Harga gas yang jauh di atas normal menambah beban di tengah kenaikan harga bahan baku.

Seorang pedagang ayam geprek di Sekadau bernama Oscar mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram. Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan sudah sangat tinggi.

Menurutnya, beban usaha tidak hanya berasal dari gas. Harga daging ayam disebut mencapai Rp38 ribu per kilogram, sedangkan harga beras berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram.

Kondisi serupa dirasakan pedagang gorengan di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Pelaku usaha bernama Abdul mengaku khawatir jika kelangkaan gas terus berlangsung karena LPG menjadi kebutuhan utama dalam usahanya.

Meski harga di pangkalan masih sekitar Rp25 ribu per tabung, Abdul mengaku kerap membeli di pengecer dengan harga Rp50 ribu hingga Rp70 ribu saat pasokan menipis. Hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu produksi dan menurunkan pendapatan.

Di Kabupaten Ketapang, warga juga mengeluhkan harga LPG yang melonjak ketika stok pangkalan habis. Sementara itu, agen di Sekadau memastikan pasokan Pertamina masih tersedia meski tingginya permintaan menyebabkan antrean panjang. Pelaku UMKM berharap distribusi kembali stabil agar usaha mereka tetap berjalan di tengah naiknya biaya produksi.