Gempa 7,1 Magnitudo Landa Jepang Barat Daya, Ribuan Rumah Alami Pemadaman

Oleh Desti Dwi Natasya pada 28 Jul 2026, 17:58 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Guncangan kuat tersebut mendorong Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan alarm tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di Jepang barat daya. 

Peringatan tsunami diberlakukan untuk kawasan Laut Ariake dan Laut Yatsushiro yang mencakup Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Fukuoka, serta Saga. JMA memperkirakan gelombang tsunami dapat mencapai ketinggian sekitar satu meter sehingga masyarakat diminta segera menjauhi garis pantai. 

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pemerintah juga membentuk satuan tugas untuk mengumpulkan informasi, menilai dampak kerusakan, serta menyiapkan operasi penyelamatan apabila diperlukan. 

Gempa tersebut turut menyebabkan gangguan di sejumlah wilayah. Sekitar 45 ribu rumah mengalami pemadaman listrik, sementara layanan kereta cepat Shinkansen dan operasional Bandara Aso Kumamoto sempat dihentikan untuk pemeriksaan keselamatan. 

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak menemukan gangguan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di sekitar wilayah terdampak. Hingga kini, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan dan laporan korban akibat gempa tersebut. 

Beberapa jam setelah gempa terjadi, JMA mencabut peringatan tsunami karena tidak terdeteksi gelombang besar yang membahayakan. Meski demikian, masyarakat yang berada di wilayah terdampak tetap diminta berhati-hati mengingat potensi gempa susulan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. 

Wilayah Kumamoto sendiri pernah dilanda gempa besar pada 2016 yang menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan luas. Pengalaman tersebut membuat pemerintah Jepang menerapkan prosedur tanggap darurat secara cepat setiap kali terjadi gempa berkekuatan besar. 

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Ring of Fire Pasifik. Kondisi tersebut membuat negara ini rutin mengalami gempa bumi dan terus memperkuat sistem mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat.