JAKARTA, Cobisnis.com - Selama enam hari berturut-turut, pada Rabu (28/10/2026), tentara Israel melanjutkan serangan militernya di Hebron, Tepi Barat bagian selatan yang diduduki, dengan melakukan penggerebekan dan memperketat pembatasan di kota tersebut.
Menurut Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu bahwa pasukan Israel terus menggerebek permukiman-permukiman di Hebron dan kota-kota di seluruh provinsi tersebut.
Dilansir dari Anadolu, pasukan Israel tambahan dengan didampingi kendaraan militer, menggerebek beberapa kota di provinsi tersebut dan kamp pengungsian al-Fawwar di selatan kota sekitar tengah malam, lalu memasuki serta menggeledah rumah-rumah warga Palestina.
Pihak tentara juga memperketat pembatasan militer di akses-akses masuk menuju Hebron.
Menurut pantauan dari kamera Anadolu, mendokumentasikan pasukan Israel yang menghentikan warga Palestina di pos pemeriksaan militer dekat bundaran al-Jaladah di Hebron, menggeledah mereka, dan memperlakukan mereka secara kasar.
Serangan tersebut dimulai pada hari Jumat menyusul aksi dua warga Palestina yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Pihak tentara kemudian membunuh kedua warga Palestina tersebut.
Pemerintah Kota Hebron menyatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam bahwa jumlah warga Palestina yang mengungsi di kota tersebut telah meningkat menjadi 4.969 orang, yang mencakup 780 keluarga, akibat serangan militer yang terus berlanjut.
Sebelumnya, menurut pernyataan dari Masyarakat Tahanan Palestina, tentara Israel menangkap 85 warga Palestina di Provinsi Hebron antara hari Jumat dan Senin.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya serangan tentara Israel dan kekerasan pemukim penjajah terhadap warga Palestina di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023.