Singapura dan Malaysia Kritik Karhutla, Dasco Beri Tanggapan

Oleh Hidayat Taufik pada 29 Oct 2026, 10:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kritik sejumlah negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia, terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan hingga Sumatera yang memicu kabut asap lintas negara.

Dasco menyatakan telah mengikuti berbagai kritik yang disampaikan pemerintah maupun parlemen kedua negara. Ia menghargai setiap masukan, meski tidak berarti seluruh penilaian harus diterima.

"Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji," ujar Dasco dalam keterangannya, dikutip Kamis  (29/10/2026).

Menurut Dasco, pemerintah perlu memprioritaskan perlindungan warga terdampak, penegakan hukum, pemulihan lingkungan, serta pertanggungjawaban pelaku usaha yang terlibat.

Ia juga mendorong parlemen negara-negara ASEAN memperkuat komunikasi dan kerja sama, tidak hanya ketika terjadi krisis. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menangani berbagai persoalan lintas batas, termasuk pencegahan bencana, keamanan siber, serta ketahanan pangan dan energi.

"Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama," katanya.

Dalam pernyataannya bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Dasco turut mengingatkan pentingnya persatuan nasional. Ia menilai semangat para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dapat menjadi landasan dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Mereka tidak sepakat dalam segala hal, tetapi mereka sepakat tentang suatu yang lebih penting, tanah air yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa persatuan, Indonesia," katanya.

Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia telah memicu kabut asap hingga ke Singapura dan Malaysia. Pemerintah Indonesia mengerahkan ribuan personel, melakukan pemadaman melalui operasi water bombing, serta menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Terbaru, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (27/10). Vivian juga bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pekan sebelumnya, Singapura mengumumkan hasil investigasi yang menyebut 10 perusahaan di Indonesia diduga berkaitan dengan penyebab karhutla. Kunjungan Vivian berlangsung di tengah dinamika hubungan bilateral, termasuk keputusan Jakarta menghentikan impor gas alam ke Singapura.