Godrej Perkuat Aksi Iklim Berbasis Komunitas, Soroti Peran Strategis Perempuan

Oleh Dwi Natasya pada 17 Feb 2026, 06:14 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim di Indonesia, mulai dari cuaca ekstrem hingga menurunnya kualitas lingkungan, kebutuhan akan aksi nyata yang berkelanjutan kian mendesak. Namun, perubahan tidak selalu harus berawal dari kebijakan besar. Banyak inisiatif justru tumbuh dari lingkup terdekat, seperti keluarga dan komunitas.

Melihat peran penting tersebut, Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) menghadirkan inisiatif bertajuk Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes sebagai bagian dari komitmen menyambut International Women’s Day setiap 8 Maret. Program ini menjadi langkah jangka panjang perusahaan dalam mendorong perempuan sebagai motor penggerak aksi iklim berbasis komunitas.

Data Survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA, 2026) menunjukkan 82% Generasi Z di Indonesia peduli terhadap pelestarian lingkungan dan 85% menilai perlindungan alam sebagai prioritas nasional. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa kesadaran lingkungan tumbuh kuat dari tingkat komunitas, di mana perempuan sering kali berperan dalam membentuk kebiasaan dan nilai keberlanjutan sehari-hari.

Salah satu sosok inspiratif yang diangkat dalam inisiatif ini adalah Rosita Istiawan. Berawal dari keprihatinan terhadap berkurangnya ruang hijau, Rosita mengembangkan lebih dari 30 hektare Hutan Organik di kawasan Mega Mendung. Dari pengembangan tersebut, terbentuk 20 kelompok tani yang masing-masing beranggotakan 20–30 orang, dengan mayoritas anggota adalah perempuan.

Gerakan ini dimulai dari langkah sederhana—menanam dan merawat lingkungan sekitar rumah—yang kemudian berkembang menjadi aksi kolektif berbasis komunitas. Rosita meyakini bahwa pemberdayaan perempuan memiliki efek berantai karena dampaknya dapat menjangkau keluarga hingga lingkungan yang lebih luas.

“Perubahan tumbuh ketika perempuan diberi ruang, kepercayaan, dan pembekalan untuk bergerak bersama komunitasnya. Langkah kecil yang konsisten bisa menghadirkan dampak besar. Dukungan Godrej memberi ruang agar kepedulian ini berakar kuat dan menginspirasi lebih banyak orang,” ujar Rosita.

Head of Corporate Communications, Sustainability & Culture GCPI, Wahyu Radita, menegaskan bahwa perusahaan memandang pemberdayaan perempuan sebagai bagian integral dari strategi keberlanjutan.

“Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci menciptakan perubahan iklim yang berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya pada satu aksi, tetapi meluas ke keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya,” jelas Wahyu.

Sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Kesetaraan Gender dan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, GCPI terus mengembangkan pendekatan kolaboratif yang inklusif dan relevan dengan konteks lokal. Ke depan, perusahaan akan memperluas kerja sama dengan Rosita dan komunitas setempat guna memperbanyak ruang hijau, termasuk di sekitar area operasional GCPI di Gunung Putri, Jawa Barat.

Melalui Rooted in Purpose, Godrej menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar isu sosial, melainkan strategi keberlanjutan yang mampu menghubungkan nilai, aksi, dan kolaborasi demi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan inklusif.