Good Good Kehilangan Kerja Sama Callaway dan PGA Tour Usai Kontroversi Iklan

Oleh Zahra Zahwa pada 28 Aug 2026, 18:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Dampak kontroversi iklan golf terus meluas bagi perusahaan media golf Good Good. Dalam hitungan jam, Good Good kehilangan dua kerja sama penting dengan Callaway dan PGA Tour.

Kontroversi bermula dari sebuah iklan yang Good Good unggah pada pekan lalu. Video tersebut menampilkan salah satu pendirinya, Garrett Clark, melakukan aksi fisik terhadap Alexis Miestowski.

Dalam video itu, Clark terlihat menyenggol Miestowski hingga terjatuh. Saat itu, Miestowski hendak menyentuh stik golf hasil kolaborasi Good Good dan Callaway.

Iklan tersebut kemudian memicu kritik luas di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan keputusan Good Good dan Callaway dalam menyetujui materi promosi tersebut.

Selain itu, publik menyoroti adegan kekerasan terhadap perempuan dalam iklan tersebut. Good Good akhirnya menghapus video setelah mendapat tekanan.

Callaway menjadi salah satu pihak pertama yang mengambil tindakan. Produsen perlengkapan golf itu mengumumkan penghentian kerja sama dengan Good Good.

Keputusan tersebut berkaitan langsung dengan video promosi stik golf kolaborasi kedua perusahaan. Produk itu membawa merek Good Good dan Callaway.

Kontroversi kemudian berkembang menjadi persoalan reputasi bagi Good Good. Perusahaan tersebut menghadapi pertanyaan mengenai proses persetujuan konten iklannya.

Sementara itu, berakhirnya kerja sama dengan Callaway menambah tekanan terhadap bisnis Good Good. Perusahaan ini selama ini mengandalkan kolaborasi dengan berbagai merek dalam ekosistem golf.

PGA Tour juga kemudian mengambil langkah terhadap Good Good. Putusnya dua kemitraan tersebut memperbesar dampak bisnis dari kontroversi iklan.

Kasus ini menunjukkan risiko besar dalam pemasaran berbasis konten digital. Sebuah iklan yang dianggap kontroversial dapat dengan cepat memengaruhi hubungan bisnis.

Terlebih lagi, Good Good membangun bisnisnya melalui kekuatan komunitas dan konten golf digital. Karena itu, isu reputasi dapat berdampak langsung terhadap kemitraan komersial.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya dari Good Good. Perusahaan perlu menghadapi dampak reputasi sekaligus menjaga hubungan dengan audiens dan mitra bisnis.