JAKARTA, Cobisnis.com – Harga bensin Hong Kong kembali menjadi sorotan setelah wilayah itu mencatat tarif bahan bakar tertinggi di dunia pada tahun 2026. Saat ini, rata-rata penjualan bensin mencapai sekitar US$15,6 per galon.
Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata di United States yang berada di kisaran US$4 per galon. Karena itu, banyak pelaku usaha mulai menghitung ulang biaya transportasi harian.
Menurut data GlobalPetrolPrices.com, Hong Kong sudah lama berada di posisi teratas dalam daftar harga bahan bakar dunia. Namun, lonjakan terbaru datang ketika pasar minyak internasional kembali bergejolak.
Gangguan distribusi energi di Strait of Hormuz ikut memperkuat tekanan harga. Jalur itu sangat penting bagi pasokan minyak ke kawasan Asia.
Pemerintah setempat menyatakan pasokan energi masih aman. Sebagian besar kebutuhan minyak tetap dipenuhi dari China daratan.
Sekitar 80 persen produk minyak berasal dari jaringan distribusi utama China. Karena itu, stabilitas pasokan masih dapat dijaga dalam jangka pendek.
Meski demikian, banyak pengendara kini memilih mengisi bahan bakar di Shenzhen. Harga di kota tersebut jauh lebih murah dibanding pasar lokal.
Perbedaan biaya itu ikut mendorong belanja lintas batas. Selain membeli bahan bakar, warga juga mencari kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.
Analis menilai pajak energi dan biaya lahan menjadi faktor utama mahalnya harga lokal. Selain itu, biaya registrasi kendaraan di Hong Kong juga sangat tinggi.
Kondisi ini membuat kepemilikan mobil tetap rendah. Namun, jaringan transportasi publik yang kuat masih membantu mobilitas warga.