JAKARTA, Cobisnis.com - Ukraina dan Israel terlibat perselisihan diplomatik gara-gara tuduhan serius. Kyiv menuding Tel Aviv menerima gandum yang diklaim dicuri Rusia dari wilayah Ukraina yang sedang diduduki.
Presiden Zelensky menyatakan kapal bermuatan gandum itu sudah tiba di pelabuhan Israel dan siap dibongkar. Ia menegaskan pihak berwenang Israel mustahil tidak tahu soal muatan kapal yang masuk ke negara mereka.
Israel langsung menolak tuduhan itu. Menlu Gideon Saar menyatakan kapal yang dimaksud belum masuk pelabuhan Haifa, dan Ukraina sampai sekarang belum menyerahkan bukti apapun lewat jalur resmi.
Saar bahkan menyindir Kyiv karena lebih memilih bermain di media sosial ketimbang menempuh jalur diplomatik yang seharusnya. Ukraina merespons dengan memanggil Duta Besar Israel sebagai bentuk protes resmi.
Ini bukan tuduhan pertama Ukraina soal pencurian pangan. Sejak invasi Rusia pada Februari 2022, Kyiv mengklaim lebih dari dua juta ton gandum dicuri dan diekspor ilegal ke Afrika, Asia, Timur Tengah, hingga Eropa sepanjang 2025.
Rusia memilih tidak berkomentar. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut ini urusan Israel dan Ukraina, dan Moskow tidak ingin ikut campur dalam polemik tersebut.
Konflik ini memperlihatkan bahwa perang Rusia-Ukraina sudah jauh melampaui medan pertempuran. Gandum kini menjadi senjata geopolitik yang bisa merusak hubungan antarnegara di mana saja di dunia.