Jamkrindo Catat Penjaminan Rp271,2 Triliun hingga September 2026

Oleh Rizki Meirino pada 28 Oct 2026, 08:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mencatat volume penjaminan konsolidasi sebesar Rp271,20 triliun hingga September 2026, dengan jumlah terjamin mencapai 2,97 juta usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM-K). Kinerja tersebut turut mendukung 9,46 juta tenaga kerja dan menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp1,1 triliun.

Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan capaian tersebut didukung strategi bisnis yang adaptif, pengelolaan risiko yang kuat, serta optimalisasi peluang pertumbuhan secara terukur. Menurutnya, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio untuk memperkuat daya saing serta keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Abdul Bari menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Pemimpin Redaksi Gathering Jamkrindo di Semarang, Jumat (23/10/2026). Ia menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan perlu ditopang kapasitas organisasi dan pengelolaan risiko yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh UMKM serta perekonomian nasional.

Jamkrindo Perkuat Struktur Industri Penjaminan

Jamkrindo menyatakan mendukung arahan pemegang saham terkait penataan atau streamlining klaster penjaminan konvensional dan syariah. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun struktur industri yang lebih efisien, terintegrasi, dan optimal, sekaligus sejalan dengan aspirasi pengembangan perusahaan BUMN yang layak secara bisnis, berukuran besar, berkelanjutan, dan mampu bersaing secara global.

Penguatan tersebut juga mengacu pada roadmap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pemurnian industri penjaminan. Jamkrindo mencermati peluang sinergi dan penguatan kapasitas industri agar operasional semakin efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah rencana transfer portofolio bisnis penjaminan dari entitas nonpenjaminan atau perusahaan asuransi di lingkungan Indonesia Financial Group (IFG) kepada Jamkrindo pada tahap pertama. Kajian tersebut tetap mempertimbangkan kelayakan bisnis, kesiapan operasional, pengelolaan risiko, tata kelola perusahaan, dan aspek relevan lainnya.

Transformasi IMPACT untuk Dorong Pertumbuhan

Di tingkat internal, Jamkrindo memperkuat kapabilitas organisasi melalui transformasi IMPACT, yang mencakup Independence, Market, People, Agility, Competitiveness, dan Technology. Program ini berfokus pada pengembangan kemandirian insan penjaminan, perluasan pasar, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, adaptasi terhadap perubahan, penguatan daya saing, serta optimalisasi teknologi digital dan ketahanan sistem.

Melalui transformasi tersebut, perusahaan berupaya meningkatkan efektivitas operasional dan membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Jamkrindo juga menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui penguatan industri penjaminan nasional.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan media, Jamkrindo menggelar Pemimpin Redaksi Gathering pada 22–24 Oktober 2026 di Semarang. Kegiatan tersebut menjadi forum dialog mengenai kinerja perusahaan, perkembangan industri penjaminan, arah pengembangan bisnis, serta dinamika penataan industri ke depan.