Jamkrindo Raih Penghargaan atas Keunggulan Keamanan Siber di Sektor Keuangan

Oleh Rizki Meirino pada 08 Oct 2026, 21:59 WIB

JAKARTA,Cobisnis.com - PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo meraih penghargaan Cybersecurity Award untuk kategori Financial Services dalam ajang The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan oleh media internasional Asian Business Review.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas transformasi keamanan siber Jamkrindo dalam memperkuat perlindungan sistem dan data, meningkatkan ketahanan operasional, serta menjaga keandalan layanan digital perusahaan.

Transformasi keamanan siber Jamkrindo merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat tata kelola teknologi informasi dan memastikan keberlangsungan bisnis di tengah risiko digital yang semakin kompleks. Keamanan siber ditempatkan sebagai bagian strategis dari manajemen risiko dan keberlangsungan bisnis, bukan sekadar fungsi teknis teknologi informasi.

Penguatan kapabilitas keamanan siber dilakukan secara bertahap melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup people, process, dan technology. Pendekatan ini dirancang untuk membangun sistem keamanan yang adaptif, meningkatkan kesiapan organisasi, serta menjaga keandalan layanan digital perusahaan.

Direktur Operasional dan Jaringan Jamkrindo Sigit Tjahjo Prabowo mengatakan, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun sistem keamanan siber yang adaptif dan mampu merespons perkembangan ancaman, sekaligus memberikan nilai nyata bagi operasional bisnis.

“Transformasi tata kelola teknologi informasi memberikan momentum bagi Jamkrindo untuk membangun ketahanan digital yang lebih kuat. Kami menempatkan keamanan siber sebagai bagian integral dari strategi bisnis dengan memperkuat teknologi, proses, dan kapabilitas sumber daya manusia. Tujuannya adalah memastikan layanan kami tetap aman dan andal sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Sigit.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dan Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo mengembangkan transformasi keamanan sibernya melalui empat tahapan.

Pada periode 2021–2022, perusahaan membangun fondasi keamanan siber. Tahap evaluasi dilakukan pada 2022–2023 untuk menilai sekaligus memperkuat kapabilitas yang telah dibangun. Selanjutnya, pada 2023–2024, Jamkrindo mengembangkan otomasi untuk meningkatkan efektivitas langkah-langkah pengamanan.

Sementara itu, pada periode 2024–2029, perusahaan berfokus pada peningkatan berkelanjutan untuk memastikan sistem keamanan tetap adaptif terhadap perubahan risiko dan perkembangan teknologi.

Transformasi tersebut didukung oleh tiga pilar utama.

Pertama, Cyber Strategy Framework yang mengacu pada kerangka kerja National Institute of Standards and Technology (NIST) sebagai landasan tata kelola keamanan siber dan manajemen risiko.

Kedua, Cybersecurity Intelligent Platform yang didukung arsitektur Zero Trust untuk memperkuat pengendalian akses dan perlindungan sistem.

Ketiga, AI Smarter Security yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung deteksi dan analisis potensi ancaman siber.

Berbagai inisiatif tersebut diterapkan melalui pendekatan terintegrasi yang berfokus pada kesiapan organisasi, penguatan proses keamanan, serta pengembangan kapabilitas sumber daya manusia Jamkrindo.

Perusahaan juga terus meningkatkan kesadaran keamanan informasi di seluruh jenjang organisasi dengan menempatkan keamanan siber sebagai tanggung jawab bersama.

Sinergi antara teknologi, proses bisnis, dan sumber daya manusia menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Kinerja Keamanan Siber Meningkat

Dampak transformasi Jamkrindo tercermin dalam sejumlah indikator kinerja keamanan siber.

Perusahaan mencatat penurunan kerugian finansial akibat serangan siber sebesar 90% secara year-on-year (yoy).

Sementara itu, Mean Time to Respond (MTTR) atau waktu rata-rata untuk merespons insiden berhasil dipangkas sebesar 87,5%, dengan waktu respons mencapai satu jam. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan identifikasi dan pemulihan data juga turun sebesar 83,3%, dari 12 jam menjadi dua jam.

Dari sisi tata kelola, tingkat kepatuhan perusahaan meningkat menjadi 95%, atau naik 20% dibandingkan periode sebelumnya.

Jamkrindo juga mencatat penurunan insiden yang tidak terdeteksi sebesar 100%, berdasarkan indikator pengukuran yang digunakan perusahaan.

Pencapaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya kapabilitas Jamkrindo dalam mendeteksi ancaman, mempercepat respons terhadap insiden, serta memulihkan layanan ketika terjadi gangguan.

Penguatan keamanan siber juga berkontribusi terhadap ketahanan operasional perusahaan, khususnya dalam melindungi data, menjaga ketersediaan layanan digital, dan meminimalkan potensi gangguan terhadap proses bisnis.

Keandalan tersebut menjadi penting bagi Jamkrindo dalam menjalankan layanan penjaminan kredit sekaligus mendukung perluasan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari berbagai ancaman siber.

Perusahaan juga akan terus mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk mendukung analisis ancaman yang semakin adaptif, dengan tetap menjaga tata kelola yang kuat dan memastikan keselarasan dengan kebutuhan bisnis.

Melalui peningkatan berkelanjutan, Jamkrindo berkomitmen memastikan ketahanan digital terus berkembang sejalan dengan transformasi bisnis dan perubahan kebutuhan layanan.

Pencapaian ini sejalan dengan inisiatif Transformasi Impact Jamkrindo yang mencakup Integration, Market, People, Analytics, Customer, dan Technology, dengan fokus memberikan dampak yang berarti bagi perusahaan maupun masyarakat.

Transformasi ketahanan digital Jamkrindo semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam meningkatkan tata kelola, memperkuat keandalan layanan, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

Tentang The Indonesia Technology Excellence Awards 2026

The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh media internasional Asian Business Review untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menghadirkan solusi teknologi inovatif dengan dampak nyata bagi bisnis dan pelanggan.

Ajang penghargaan tersebut mencakup berbagai sektor industri dan memberikan pengakuan terhadap pemanfaatan teknologi yang efektif dalam meningkatkan kualitas layanan serta mendorong kemajuan organisasi.