Panasonic Gobel dan UNSADA Perkuat Kompetensi SDM Industri Tata Udara

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 08 Oct 2026, 12:31 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Panasonic Gobel Indonesia, Asosiasi Profesi Teknisi Tata Udara atau APITU Indonesia, dan Universitas Darma Persada atau UNSADA resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU Tripartit pada Kamis (8/10).

Penandatanganan berlangsung di Auditorium Kampus UNSADA, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Training Center Panasonic di lingkungan kampus UNSADA serta Seminar Nasional mengenai pengembangan teknologi refrigerasi dan tata udara.

Kerja sama ini menyatukan peran industri, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang tata udara dan refrigerasi. Kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut terus berkembang seiring pertumbuhan industri pendinginan, cold storage, dan logistik rantai dingin di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan industri, asosiasi profesi, dan kampus menjadi salah satu cara untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan keterampilan lulusan.

“Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata. Kemitraan tripartit seperti ini adalah contoh konkret bagaimana industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing,” ujar Yassierli.

Rektor UNSADA Agus Salim Dasuki mengatakan kehadiran Training Center Panasonic di kampus akan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Mahasiswa juga dapat mengenal teknologi serta standar yang digunakan di dunia kerja.

“Bagi UNSADA, kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung dengan teknologi dan standar industri. Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja,” kata Agus.

Ketua Umum APITU Indonesia Agus Susilo menilai standar kompetensi menjadi bagian penting dalam profesi teknisi tata udara. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat teknisi perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar keselamatan dan kebutuhan industri.

“Profesi teknisi tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar. Melalui kemitraan ini, APITU berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi dan sertifikasi teknisi agar mampu menjawab perkembangan teknologi, termasuk refrigeran ramah lingkungan dan sistem pendingin modern,” tutur Agus.

Setelah penandatanganan dan peresmian Training Center, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional. Seminar tersebut terbagi dalam lima sesi yang membahas teknologi refrigerasi, technopreneurship, serta cold storage dan logistik.

Kegiatan tersebut diikuti akademisi, mahasiswa, praktisi industri, dan anggota asosiasi. Forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan perkembangan teknologi serta kompetensi yang perlu dimiliki tenaga kerja.

Kerja sama Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan UNSADA diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan SDM sekaligus mendukung pertumbuhan industri tata udara nasional.

Kolaborasi tripartit ini juga menempatkan perguruan tinggi, industri, dan asosiasi profesi dalam satu ekosistem pengembangan kompetensi. Dengan begitu, kebutuhan keterampilan praktis dan standar profesi dapat lebih dekat dengan proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.