Jelang Pemilu AS, Trump Sebut Iran Mungkin akan Tingkatkan Serangan

Oleh Chodijah Febriani pada 11 Oct 2026, 20:24 WIB

Presiden AS Donald Trump

JAKARTA, Cobisnis.com - Jelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran kemungkinan akan meningkatkan aksi militernya.

Berbicara dalam kampanye di negara bagian Tennessee pada Sabtu (10/10/2026), Trump menilai Iran mungkin akan meningkatkan tindakannya menjelang pemilu karena menganggap langkah tersebut dapat merugikan AS.

"Mereka mungkin akan melakukan sedikit lebih banyak tindakan sebelum pemilu karena berpikir hal itu akan merugikan kami," kata Trump dikutip dari Anadolu, Minggu (11/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat Trump mengunjungi Tennessee, negara bagian di wilayah selatan AS yang sejak lama menjadi basis kuat Partai Republik, untuk menghadiri kampanye politik.

"Namun, kami bisa mengakhirinya dengan sangat cepat," tambahnya.

Trump juga mengklaim telah menunjukkan sikap menahan diri terhadap Iran, meskipun menurutnya Angkatan Laut Iran telah dihancurkan dalam perang yang masih berlangsung.

"Mereka tidak tahu betapa baiknya saya memperlakukan mereka," sambung Presiden Amerika itu.

Trump mengklaim sebanyak 159 kapal Iran telah ditenggelamkan sejak akhir Februari, ketika perang antara AS, Israel, dan Iran dimulai.

Di kesempatan yang sama, Trump juga melontarkan gagasan untuk mengganti nama Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu pusat ketegangan dalam konflik tersebut.

"Kami sedang mempertimbangkan untuk mengganti namanya menjadi Selat Trump," katanya.

Sebelumnya, Trump mengatakan perang dengan Iran kemungkinan baru akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu Kongres AS pada 3 November, ketika konflik yang masih berlangsung tersebut menjadi salah satu isu utama dalam pemilu.

Trump sendiri tidak mencalonkan diri dalam pemilihan paruh waktu tersebut, tetapi aktif berkampanye untuk mendukung kandidat Partai Republik agar partainya dapat mempertahankan kendali atas salah satu atau kedua kamar Kongres.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan rudal dan drone di kawasan tersebut serta penutupan efektif Selat Hormuz.

Perang yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan itu mendorong kenaikan harga energi global karena lalu lintas komersial kapal pengangkut minyak melalui jalur strategis tersebut praktis terhenti.

AS dan Iran sebelumnya menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada Juni, menyusul upaya mediasi Pakistan dan Qatar untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan bagi perundingan.

Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut mengalami kebuntuan akibat sejumlah perselisihan, termasuk mengenai keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.