Kabut Asap Karhutla Mengancam Warga, 283 Ribu Kasus ISPA Tercatat

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 Oct 2026, 11:40 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 283.270 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data kumulatif tersebut dihimpun pada periode 18 Agustus hingga 13 Oktober 2026.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Then Suyanti, menyebut kasus tersebut tercatat di 63 kabupaten dan kota. Dari total kasus, sebanyak 219.559 dialami kelompok usia di atas lima tahun, sedangkan 63.711 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun.

Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni 74.636 kasus. Sumatra Selatan menyusul dengan 74.458 kasus, berdasarkan data yang disampaikan Kemenkes pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Selain kasus ISPA, kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla juga berada pada kategori berbahaya. Kemenkes mencatat kondisi tersebut terjadi di 12 kabupaten dan kota yang tersebar di enam provinsi.

Wilayah tersebut meliputi enam kabupaten atau kota di Kalimantan Tengah, satu di Kalimantan Selatan, dua di Jambi, dua di Sulawesi Selatan, dan satu di Riau. Then menyebut sembilan dari wilayah tersebut memiliki kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat.

Then menjelaskan asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 serta berbagai polutan yang dapat mengganggu kesehatan. Paparan tersebut berisiko memicu ISPA dengan gejala seperti batuk, sesak napas, pilek, dan radang tenggorokan.

Kemenkes terus menyosialisasikan langkah penanganan kepada dinas kesehatan di daerah terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh di wilayah yang terdampak.

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup, Nikson Pakpahan, menyatakan karhutla berdampak serius terhadap kualitas udara ambien. Sejumlah wilayah di Sumatra mengalami kualitas udara tidak sehat berdasarkan parameter PM2.5.

Nikson juga menyebut Riau berada pada kategori sangat tidak sehat, sedangkan Jambi telah mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Di Kalimantan Barat, mayoritas wilayah tercatat memiliki kualitas udara tidak sehat bahkan berbahaya pada parameter yang sama.

Sementara itu, seluruh wilayah Kalimantan Tengah yang dipantau dalam laporan tersebut disebut berada pada kategori kualitas udara berbahaya. Kondisi ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan asap.