Kacamata dan Wearable AI Siap Ubah Cara Manusia Berinteraksi dengan Teknologi

Oleh Zahra Zahwa pada 27 Jul 2026, 13:40 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Perusahaan teknologi mulai mengembangkan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diprediksi menjadi penerus smartphone. Perangkat tersebut mampu melihat, mendengar, merekam, dan menganalisis aktivitas pengguna secara langsung.

Teknologi itu hadir dalam berbagai bentuk, seperti kacamata pintar, gelang pintar, hingga perangkat kecil yang dapat disematkan pada pakaian. Melalui kamera dan mikrofon, perangkat tersebut memberi asisten AI akses terhadap lingkungan dan percakapan pengguna.

Perusahaan teknologi menilai kemampuan itu akan membuat layanan AI semakin personal. Selain memberikan saran yang lebih relevan, AI juga diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tugas atas nama pengguna.

Sementara itu, sejumlah perusahaan besar telah mempercepat pengembangan produk tersebut. Meta, misalnya, telah menjual jutaan kacamata pintar hasil kerja sama dengan EssilorLuxottica. Produk itu dilengkapi kamera dan mikrofon yang terintegrasi.

Selain itu, Samsung juga berencana meluncurkan kacamata pintar buatannya pada tahun ini. Langkah tersebut menunjukkan persaingan di pasar perangkat AI yang semakin ketat.

Namun, kehadiran perangkat yang dapat melihat, mendengar, dan merekam memunculkan kekhawatiran baru. Banyak pihak mempertanyakan dampaknya terhadap privasi, keamanan data, dan persetujuan orang lain yang terekam tanpa disadari.

Meski begitu, pelaku industri meyakini perangkat wearable AI akan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Mereka berharap teknologi ini mampu menggantikan sebagian fungsi smartphone dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih praktis.

Karena itu, perkembangan perangkat AI diperkirakan tidak hanya mengubah cara manusia menggunakan teknologi. Perubahan tersebut juga berpotensi memicu perdebatan baru mengenai batas privasi di era kecerdasan buatan.