Kaki Bengkak saat Hamil? Ini Alasannya dan Tips Agar Lebih Nyaman

Oleh Chodijah Febriani pada 06 Sep 2026, 14:35 WIB

Ibu Hamil - pexels/Amina Filkins

JAKARTA, Cobisnis.com - Selama kehamilan, banyak perubahan fisik terjadi. Karena tubuh menyesuaikan diri untuk mendukung pertumbuhan bayi. Di antara kekhawatiran yang paling sering dilaporkan adalah pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, terutama pada tahap akhir kehamilan.

Menurut dokter anestesi dan dokter pengobatan nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Dr. Kunal Sood, menjelaskan bahwa pembengkakan pada kaki selama kehamilan biasanya terjadi karena penumpukan cairan di anggota tubuh bagian bawah karena tubuh menahan lebih banyak darah dan cairan untuk mendukung kehamilan.

"Penumpukan cairan di kaki adalah sesuatu yang umum terjadi seiring perkembangan kehamilan. Selama kehamilan, tubuh menampung lebih banyak darah dan cairan. Hormon mengendurkan pembuluh darah, dan rahim yang membesar memperlambat aliran balik darah dari kaki, yang memungkinkan cairan menumpuk, terutama di penghujung hari."

"Meskipun pembengkakan jenis ini seringkali bersifat sementara dan cenderung memburuk seiring berjalannya hari, hal ini tetap dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak ibu hamil," ungkap Dr. Sood dilansir dari Indianexpress, Minggu (6/9/2026).

Untuk membantu mengatasi hal ini, Dr. Sood membagikan beberapa langkah praktis yang dapat mengurangi pembengkakan dan meningkatkan kenyamanan selama aktivitas sehari-hari.

Dia menyarankan beberapa kebiasaan sederhana yang dapat mendukung sirkulasi dan membantu mengurangi ketidaknyamanan karena pembengkakan kaki:

1. Angkat kaki kamu saat beristirahat

2. Kenakan kaus kaki kompresi, terutama di pagi hari.

3. Jalan kaki ringan dan gerakan pergelangan kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah.

4. Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

5. Batasi konsumsi garam berlebih dan makanan olahan tinggi.

6. Kenakan alas kaki yang menopang dan tidak membatasi gerakan.

"Kebiasaan kecil sehari-hari dapat mengurangi pembengkakan meskipun tidak sepenuhnya hilang," saran dia.

Jadi, mengapa pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki menjadi lebih umum seiring perkembangan kehamilan?

Menurut Dr. Gaana Sreenivas, dokter spesialis kebidanan dan ginekologi di Bone and Birth Clinic dan Rainbow Hospital, Bannerghatta Road, mengatakan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, yang secara medis dikenal sebagai edema, sangat umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga.

"Seiring perkembangan kehamilan, tubuh memproduksi lebih banyak darah dan cairan tubuh untuk mendukung pertumbuhan bayi. Bahkan, volume darah meningkat secara signifikan, yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di jaringan," jelas Dr. Sreenivas.

Faktor penting lainnya adalah pembesaran rahim. Seiring pertumbuhannya, Dr. Sreenivas menjelaskan, hal itu memberi tekanan pada pembuluh darah di panggul dan pada vena cava inferior, pembuluh darah besar yang mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung.

Sehingga, tekanan ini memperlambat sirkulasi darah dari kaki, menyebabkan cairan menumpuk di ekstremitas bawah.

"Perubahan hormonal juga berperan, karena hormon kehamilan menyebabkan pembuluh darah rileks, yang dapat meningkatkan kemungkinan kebocoran cairan ke jaringan sekitarnya," ucapnya.

Jadi, kapan harus mencari pertolongan medis?

Lebih lanjut, Dr. Sreenivas mengungkapkan bahwa pembengkakan ringan hingga sedang pada kaki dan pergelangan kaki, terutama di akhir kehamilan atau setelah berdiri dalam waktu lama, umumnya dianggap normal. Pembengkakan ini seringkali menjadi lebih terlihat menjelang akhir hari atau saat cuaca hangat.

Namun, ia menyebutkan bahwa pembengkakan yang tiba-tiba atau parah, terutama jika terjadi di wajah, tangan, atau di sekitar mata, tidak boleh diabaikan.

Sarannya, jika pembengkakan disertai gejala seperti sakit kepala parah, penglihatan kabur, nyeri perut bagian atas, atau tekanan darah tinggi, hal itu dapat mengindikasikan preeklampsia, yang membutuhkan perhatian medis segera.

"Selain itu, pembengkakan yang hanya terjadi pada satu kaki, terutama jika disertai rasa sakit, kemerahan, atau hangat, mungkin menandakan adanya gumpalan darah dan harus segera diperiksa."

"Wanita hamil harus selalu melaporkan setiap pembengkakan yang tidak biasa atau memburuk dengan cepat kepada dokter atau bidan mereka untuk penilaian yang tepat," jelas Dr. Sreenivas.