JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil karena ia akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Kabar pengunduran diri Nanik dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menurutnya, Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026) sebelum berangkat menjalani pengobatan.
Dirgayuza mengatakan, selama menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik dinilai berupaya melakukan pembenahan di internal lembaga. Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, ia disebut mulai membangun fondasi perbaikan serta memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga menyebut Nanik melihat langsung dampak program MBG terhadap perekonomian masyarakat. Saat program tersebut sempat dihentikan selama libur sekolah, petani, peternak, dan pedagang pasar disebut mengalami penurunan permintaan sehingga hasil produksi mereka tidak terserap secara optimal.
Nanik sendiri baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026 bersama Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) Trenggono yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik menjelaskan bahwa dirinya memutuskan mundur karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Ia menegaskan keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya terhadap tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis kedua (second opinion) atas rekomendasi rekannya.
Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusannya tersebut. Menurutnya, Presiden menerima pengunduran dirinya, namun tetap memintanya ikut mengawasi jalannya Badan Gizi Nasional.
Ia mengungkapkan Presiden berencana membentuk dewan pengawas BGN dan dirinya diminta menjadi ketuanya. Nanik menegaskan akan tetap mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.