JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mencicipi menu Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Kejadian tersebut berlangsung setelah tim dapur melaporkan adanya aroma aneh pada menu ayam rempah. Abra kemudian mencicipi makanan tersebut sebelum dibagikan kepada penerima MBG.
Abra mengatakan laporan awal datang dari chef dan ahli gizi yang bertugas di dapur SPPG. Mereka menemukan aroma ayam yang dianggap berbeda dari biasanya.
"Saya dapat laporan dari dapur, dari chef-nya bilang 'Pak ini coba dirasakan sama dibau, ini kalau dari saya ada agak aneh'. Ahli gizi juga sudah merasakan, laporan ke saya, terus saya turun tangan," kata Abra, dikutip dari beberapa sumber, Jumat (14/08/2026)
Sekitar 10 orang ikut mencicipi makanan tersebut dalam proses pengecekan. Namun, Abra menjadi satu-satunya orang yang mengaku mengalami mual, muntah, dan pusing.
"Kalau saya kemarin iya, muntah-muntah sama mual dan pusing. Yang mencicip ada saya, pengolahan tuh semua, ada ahli gizi, jadi sekitar 10 orang. Yang lain nggak apa-apa," ujar Abra.
Menurut Abra, rasa ayam tersebut masih terasa enak karena tertutup bumbu rempah. Namun, aroma ayam dinilai berbeda dan cenderung terasa asam.
"Rasa itu enak, karena apa? Ketutup rempah, tapi dari aroma nggak bisa dibohongi, Mas. Aromanya memang beda, agak kecut gitu," katanya.
Ayam tersebut kemudian menjalani uji organoleptik dengan skala penilaian 1 sampai 5. Hasilnya mendapat nilai 2 sehingga dinilai tidak memenuhi standar untuk dibagikan.
Abra juga menduga kondisi tubuhnya yang sedang kelelahan mungkin ikut memengaruhi keluhan yang dialaminya. Sebelumnya, ia mengaku beraktivitas cukup berat hingga larut dan kembali menjalani jadwal piket di SPPG.
"Mungkin bisa jadi itu karena saya sorenya habis sepakbola pol-polan sampai lemas terus paginya kan jaga di sini, jadwal piket juga di sini," ungkapnya.
Menu ayam rempah tersebut sebenarnya disiapkan untuk batch kedua dengan jumlah sekitar 300 penerima. Karena ditemukan masalah pada bahan makanan, menu tersebut akhirnya tidak jadi dibagikan.
Keputusan tersebut diambil sebelum makanan didistribusikan kepada penerima MBG. Langkah ini dilakukan setelah proses pengecekan menemukan kondisi ayam yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.