JAKARTA, Cobisnis.com - Korea Utara kembali melontarkan kecaman keras terhadap Jepang terkait kebijakan pertahanan negara tersebut.
Pyongyang menilai buku putih pertahanan Jepang 2026 menunjukkan ambisi Tokyo memperbesar kekuatan militernya.
"Buku putih pertahanan Jepang merupakan dokumen untuk invasi kembali yang bertujuan melegalkan ekspansi militer Jepang," kata analis Korea Utara, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (11/08/2026).
Korea Utara menilai Jepang menggunakan ancaman regional untuk membenarkan peningkatan kemampuan militernya.
Pyongyang juga menuding Tokyo mulai meninggalkan kebijakan pertahanan pasifis yang diterapkan setelah Perang Dunia II.
Ketegangan semakin meningkat setelah Jepang menguji rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat.
Kim Yo Jong sebelumnya memperingatkan bahwa Korea Utara dapat mengambil langkah militer tambahan menghadapi perkembangan tersebut.
Peringatan itu disampaikan setelah Jepang meningkatkan kemampuan serangan jarak jauhnya melalui berbagai sistem persenjataan.
Korea Utara kemudian meluncurkan rudal balistik jarak pendek menuju perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang.
Perkembangan tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan keamanan antara Pyongyang dan Tokyo.
Situasi kawasan juga semakin kompleks karena Jepang memperkuat kerja sama pertahanan bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Pyongyang selama ini menjadikan penguatan militer negara-negara tersebut sebagai alasan memperkuat kemampuan persenjataannya.
Konflik retorika ini berpotensi meningkatkan ketegangan militer di kawasan Asia Timur dalam waktu mendatang.