JAKARTA, Cobisnis.com – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkap 92 persen konsumen mengeluhkan galon guna ulang lanjut usia atau “Ganula”. Temuan ini berasal dari 250 pengaduan di tujuh kota selama Maret hingga April 2026.
Ketua KKI, David Tobing, menyebut galon tertua yang dilaporkan diproduksi pada 2015 atau berusia 11 tahun. Konsumen juga mengeluhkan kondisi galon yang kusam, retak, hingga berlumut.
Menurutnya, semakin tua usia galon, semakin banyak jenis keluhan yang muncul. Hal ini menunjukkan kualitas galon tidak lagi layak digunakan dalam jangka panjang.
KKI menilai penyebab utama adalah minimnya transparansi produsen terkait masa pakai galon. Informasi penting tersebut dinilai tidak disampaikan secara jelas kepada konsumen.
Sebanyak 92 persen konsumen mengaku tidak pernah mendapat informasi soal batas penggunaan. Setelah mendapat edukasi, 83 persen merasa berhak atas galon layak pakai.
Selain itu, 78 persen konsumen menuntut adanya penggantian galon sebagai solusi. Tuntutan ini muncul karena kekhawatiran terhadap kualitas dan keamanan produk.
Dari sisi kesehatan, galon berbahan polikarbonat berisiko melepaskan Bisphenol A (BPA) jika digunakan terlalu lama. Zat ini dapat memicu gangguan kesehatan seperti obesitas dan diabetes.
KKI mendorong pemerintah segera menetapkan regulasi masa pakai galon guna ulang. Langkah ini penting untuk melindungi masyarakat yang masih bergantung pada air galon.