Konflik Timur Tengah Memuncak: Iran Ancam ‘Bakar’ Kapal di Selat Hormuz

Oleh Hidayat Taufik pada 03 Mar 2026, 12:55 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat setelah seorang pejabat tinggi Iran menyampaikan ancaman untuk menutup dan menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak dan gas paling vital di dunia.

Pernyataan itu disampaikan penasihat militer Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menegaskan bahwa wilayah perairan tersebut berada dalam pengawasan ketat dan kapal asing berisiko menghadapi tindakan militer jika tetap melintas. Ia juga menuduh Amerika Serikat memiliki kepentingan besar atas sumber daya energi di kawasan tersebut.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima pasokan energi global. Ancaman terhadap akses di kawasan itu langsung memicu kekhawatiran pasar internasional, termasuk lonjakan harga minyak dunia.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan meningkatkan tekanan militer terhadap Iran. Presiden AS menyebut operasi yang sedang berlangsung sebagai bagian dari langkah strategis untuk menghentikan ancaman yang dianggap membahayakan stabilitas kawasan.

Situasi semakin kompleks setelah Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan terkena serangan drone yang menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan. Otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa, namun keamanan diperketat dan warga diminta membatasi aktivitas.

Perkembangan lain menunjukkan adanya gangguan pada fasilitas energi di Arab Saudi dan Qatar. Beberapa instalasi minyak dan gas dilaporkan mengalami kerusakan terbatas akibat serangan drone, meski api berhasil dipadamkan dengan cepat.

Sementara itu, ketegangan juga meluas ke Lebanon dan Israel. Kelompok Hizbullah dilaporkan meluncurkan roket ke wilayah Israel, yang kemudian dibalas dengan serangan udara. Korban jiwa dilaporkan jatuh di kedua pihak, dan ribuan warga terpaksa mengungsi dari wilayah perbatasan.

Rudal yang ditembakkan dari Iran juga dilaporkan menghantam wilayah Israel, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Kondisi ini membuat kawasan Timur Tengah berada dalam situasi sangat rawan, dengan potensi eskalasi yang lebih luas.

Sejumlah negara di kawasan Teluk mengecam serangan yang terjadi dan menyerukan penahanan diri. Namun hingga kini, operasi militer dan serangan balasan masih terus berlangsung, meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap dampak ekonomi dan keamanan global.