JAKARTA, Cobisnis.com - Pada 4 Oktober, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa Korea Utara telah melakukan latihan peluncuran rudal balistik strategis jarak menengah yang mampu mengubah lintasan dan mengapilikasikan kecerdasan buatan (AI), yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukan rudalnya.
Dikutip dari Vietnam.vn, menurut koresponden kantor berita Vietnam di Seoul, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara pribadi mengawasi uji coba rudal yang berlangsung pada pagi hari tanggal 3 Oktober. Uji coba tersebut bertujuan untuk melatih tentara mengoperasikan sistem senjata strategis hipersonik. Pyongyang menyatakan bahwa rudal tersebut mengenai sasaran di laut pada jarak 1.000 km.
KCNA melaprkan, Kim Jong Un menekankan bahwa terus meningkatkan keandalan dan efektivitas operasional sistem senjata strategis sangat penting untuk memperkuat kemampuan pencegahan nuklir negara tersebut.
Dalam pernyataan terpisah, Kim Yo Jong, Wakil Kepala Departemen Propaganda Pusat Partai Buruh Korea Utara dan saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un, mengatakan bahwa rudal negara itu mampu mengubah lintasan pada ketinggian rendah dan terintegrasi dengan AI, sehingga sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem musuh.
Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari daerah Wonsan di Provinsi Kangwon sekitar pukul 06.30 pagi pada tanggal 3 Oktober (waktu setempat). Rudal tersebut menempuh jarak lebih dari 700 kilometer menuju laut di sebelah timur Semenanjung Korea.
Ini adalah peluncuran rudal balistik ke-16 Pyongyang tahun ini. Otoritas Korea Selatan dan AS sedang berkoordinasi untuk menganalisis spesifikasi teknis rudal tersebut.
Uji coba tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antar-Korea menyusul ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada 21 September, yang melukai tiga tentara Korea Selatan.
Sementara upaya untuk memulihkan diskusi antara kedua Korea belum menunjukkan kemajuan.