Krisis BBM Hantam Prancis, Antrean Panjang dan Blokade Jalan Muncul

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Apr 2026, 10:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Krisis energi mulai terasa di Prancis setelah sekitar 18% SPBU dilaporkan kekurangan pasokan BBM, memicu antrean panjang dan aksi protes di sejumlah wilayah.

Tekanan ini terjadi di tengah konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak luas hingga Eropa.

Pemerintah menyebut gangguan logistik menjadi penyebab utama, diperparah lonjakan permintaan akibat kebijakan penahanan harga oleh perusahaan energi.

TotalEnergies menjadi sorotan setelah menahan harga bensin di bawah €1,99 per liter, yang justru memicu penumpukan konsumen di SPBU mereka.

Di sisi lain, harga solar naik hingga €2,25 per liter, menekan sektor transportasi dan logistik yang bergantung pada bahan bakar diesel.

Aksi protes pun muncul, termasuk blokade jalan oleh pengemudi di wilayah barat, sebagai respons terhadap kenaikan biaya operasional.

Pemerintahan Emmanuel Macron merespons dengan subsidi lebih dari €70 juta untuk sektor terdampak seperti transportasi, pertanian, dan perikanan.

Bantuan tambahan juga disiapkan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah serta pembiayaan bagi UMKM guna menjaga stabilitas ekonomi.

Kondisi ini mengingatkan pada krisis 2018–2019 saat kenaikan pajak solar memicu gelombang protes nasional.

Kini, pelaku usaha mulai khawatir terhadap tekanan arus kas hingga potensi PHK jika situasi tidak segera membaik.

Krisis ini menegaskan bahwa ketahanan energi Eropa masih rentan terhadap gejolak global dan gangguan distribusi.

Jika berlanjut, dampaknya diperkirakan akan semakin menekan ekonomi domestik Prancis dalam waktu dekat.