JAKARTA, Cobisnis.com – Cuba kembali menjadi sorotan setelah krisis ekonomi Kuba mendorong pemerintah membebaskan 2.010 narapidana. Keputusan ini diumumkan menjelang rangkaian perayaan Pekan Suci.
Pemerintah memuat keputusan tersebut melalui surat kabar resmi Granma. Otoritas menjelaskan bahwa pengampunan diberikan setelah menilai perilaku, kesehatan, dan jenis pelanggaran para tahanan.
Kelompok penerima amnesti mencakup perempuan, anak muda, warga lanjut usia, dan warga asing. Namun, pelaku pembunuhan, kekerasan seksual, dan tindak pidana terhadap aparat tetap tidak masuk daftar.
Di sisi lain, krisis ekonomi Kuba terus menekan aktivitas masyarakat. Pasokan energi nasional belum stabil karena bahan bakar semakin terbatas.
Akibat kondisi itu, pemadaman listrik berlangsung berulang di berbagai kota. Banyak sekolah menghentikan kelas, sementara kantor mengurangi jam kerja.
Selain itu, beberapa penerbangan dibatasi karena pasokan bahan bakar pesawat tidak mencukupi. Kondisi ini membuat mobilitas warga ikut terganggu.
Hubungan dengan United States juga masih memengaruhi tekanan ekonomi. Pemerintahan Donald Trump kembali memperketat kebijakan terhadap Havana.
Sebelumnya, Kuba sempat membebaskan ratusan tahanan melalui komunikasi internasional. Namun, tekanan ekonomi terbaru membuat situasi domestik kembali sulit.
Kelompok hak asasi manusia masih menyoroti penahanan aktivis dan oposisi politik. Meski begitu, pemerintah menyatakan langkah terbaru bersifat kemanusiaan.
Baca juga laporan dunia lainnya di ThedailyID World untuk perkembangan internasional terbaru. Informasi resmi pemerintah tersedia melalui .