Kucing Juga Bisa Terdampak Cuaca Dingin, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 12 Oct 2026, 19:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kucing ternyata bisa merasa kedinginan meski memiliki bulu yang membantu menjaga suhu tubuhnya. Paparan udara dingin dalam waktu lama dapat membuat kucing tidak nyaman, bahkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Toleransi terhadap suhu dingin berbeda pada setiap kucing. Kucing dewasa yang sehat umumnya lebih mampu beradaptasi dibandingkan anak kucing, kucing senior, kucing berbulu tipis, atau kucing yang sedang sakit.

Suhu lingkungan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pemilik hewan. Pada kisaran 15 hingga 16°C, kucing yang sudah tua, masih kecil, kurus, berbulu tipis, atau sedang sakit mungkin mulai merasa tidak nyaman.

Ketika suhu turun ke kisaran 7 hingga 10°C, udara dapat terasa terlalu dingin bagi banyak kucing, terutama jika terpapar dalam waktu lama. Sementara itu, suhu 0°C atau lebih rendah meningkatkan risiko hipotermia dan radang dingin, khususnya jika tubuh kucing basah atau terkena angin.

Ada sejumlah tanda yang dapat diperhatikan untuk mengetahui apakah kucing merasa kedinginan. Salah satunya adalah sering tidur dengan posisi meringkuk rapat, kaki diselipkan ke bawah tubuh, dan ekor menutupi sebagian tubuh atau hidung untuk membantu mempertahankan panas.

Kucing juga cenderung mencari tempat yang lebih hangat ketika suhu lingkungan menurun. Mereka mungkin berpindah ke atas selimut, mendekati area yang terkena sinar matahari, atau lebih sering berada di pangkuan pemiliknya.

Tanda lainnya adalah telinga dan telapak kaki yang terasa dingin. Namun, kondisi tersebut tidak cukup untuk memastikan kucing mengalami kedinginan karena bagian tubuh tersebut memang bisa memiliki suhu lebih rendah dibandingkan bagian tengah tubuh.

Kucing yang kedinginan juga dapat menggigil sebagai respons tubuh untuk menghasilkan panas. Meski demikian, menggigil bisa berkaitan dengan rasa sakit atau penyakit lain sehingga perlu diperhatikan bersama gejala lainnya.

Perubahan perilaku seperti menjadi lemas, kurang aktif, dan bergerak lebih lambat juga perlu diwaspadai. Dalam kondisi berat, hipotermia dapat menyebabkan kelemahan ekstrem, napas melambat, dan penurunan respons terhadap lingkungan.

Untuk membantu menjaga kondisi kucing, pemilik dapat membawanya ke dalam rumah saat cuaca dingin serta menyediakan tempat tidur yang hangat dan kering. Paparan suhu dingin dalam waktu lama sebaiknya dihindari, terutama pada kucing yang lebih rentan.

Jika kucing menunjukkan kelemahan berat, sulit merespons, atau mengalami gangguan pernapasan, segera cari pertolongan dokter hewan. Pemilik juga perlu mengingat bahwa angka suhu bukan batas mutlak, karena kondisi kesehatan, usia, ketebalan bulu, dan keadaan lingkungan turut memengaruhi kemampuan kucing menghadapi cuaca dingin.