JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan bahwa pemerintahannya menawarkan keringanan sanksi dan pencairan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas konsesi terkait program nuklir Teheran.
Bantahan tersebut disampaikan Trump melalui Truth Social pada Senin, 28 September 2026. Trump merespons laporan yang menyebut adanya tawaran tersebut dalam pembicaraan AS dan Iran.
Laporan Axios sebelumnya menyebut Trump bersedia memberikan keringanan sanksi dan akses terhadap dana Iran yang dibekukan jika Teheran mengambil langkah konkret terkait program nuklirnya. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya.
Trump membantah laporan tersebut dengan tegas. Dalam unggahannya, ia menulis, "Ini tidak benar. Saya tidak menawarkan apa pun kepada mereka."
Laporan lain yang dikutip dalam perkembangan tersebut menyebut keringanan sanksi dan pencairan dana beku dapat menjadi bagian dari kesepakatan akhir apabila Iran menunjukkan kemajuan konkret dalam isu nuklir. Namun, keterangan tersebut berbeda dengan bantahan langsung dari Trump.
Perbedaan keterangan muncul ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik AS dan Iran kembali berlangsung. Pada Senin, pejabat AS dan Iran melakukan pembicaraan secara terpisah dengan mediator untuk mendorong kembali proses negosiasi.
Pembicaraan tersebut masih menghadapi perbedaan mengenai sejumlah isu utama. Iran sebelumnya menginginkan pencabutan blokade dan keringanan sanksi, sementara pemerintahan Trump menempatkan isu program nuklir sebagai salah satu fokus pembahasan.
Iran sendiri membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir. Teheran menyatakan memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai sebagai negara pihak dalam Perjanjian Non Proliferasi Nuklir atau NPT.
Di tengah perkembangan tersebut, ketidakpastian mengenai arah negosiasi AS dan Iran juga menjadi perhatian pasar energi. Harga minyak sebelumnya sempat melonjak setelah Trump menolak proposal perdamaian dari Iran, meski kenaikannya kemudian mereda ketika upaya mediasi kembali berlangsung.
Trump sebelumnya mengatakan masih mengharapkan adanya pembicaraan lanjutan dengan Iran. Mediator dari kawasan terus berupaya menjembatani perbedaan kedua pihak untuk membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut.
Untuk saat ini, posisi resmi Trump adalah tidak ada tawaran keringanan sanksi maupun pencairan dana Iran yang diberikan sebagai imbalan konsesi nuklir. Sementara itu, laporan mengenai kemungkinan skema tersebut tetap menjadi bagian dari perdebatan mengenai arah negosiasi Washington dan Teheran.