Ledakan AI Dorong Ekonomi AS, Tetapi Kesenjangan Pendapatan Makin Lebar pada 2026

Oleh Zahra Zahwa pada 08 Jul 2026, 08:37 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri kecerdasan buatan (AI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Namun, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kondisi itu terlihat di San Francisco. Kota tersebut menjadi pusat perkembangan perusahaan AI sekaligus menghadapi kesenjangan ekonomi yang semakin lebar.

Di Richmond Neighborhood Center, lebih dari 200 orang masuk daftar tunggu untuk mendapatkan bantuan pangan. Padahal, lokasi pusat layanan itu hanya berjarak beberapa kilometer dari kawasan yang dikenal sebagai "AI Alley".

Kawasan tersebut menjadi rumah bagi sejumlah perusahaan AI besar. Perusahaan-perusahaan itu menerima investasi bernilai miliaran dolar dan menawarkan gaji tinggi kepada para karyawannya.

Akibatnya, harga rumah dan biaya sewa di sekitar kawasan terus meningkat. Kenaikan itu membuat banyak warga berpenghasilan rendah semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Sementara itu, data Departemen Perdagangan Amerika Serikat menunjukkan ekonomi nasional tumbuh 2,1 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya investasi perusahaan di sektor AI.

Namun, pertumbuhan ekonomi itu belum sepenuhnya memperbaiki kondisi masyarakat. Kepercayaan konsumen masih berada di dekat level terendah akibat lonjakan harga yang dipicu ketegangan global.

Selain itu, kelompok masyarakat dengan pendapatan terendah mengalami pertumbuhan upah paling lambat dibanding kelompok pendapatan lainnya pada tahun ini. Data tersebut berasal dari Federal Reserve Bank of Atlanta.

Karena itu, sejumlah pengamat menilai perkembangan AI menghadirkan tantangan baru. Meski mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, industri tersebut juga berpotensi memperlebar kesenjangan pendapatan jika manfaatnya tidak tersebar secara merata.