Studi Baru Jelaskan Mengapa Antartika Membeku 30 Juta Tahun Lebih Awal

Oleh Desti Dwi Natasya pada 08 Jul 2026, 09:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian terbaru mengungkap alasan mengapa Kutub Selatan atau Antartika membeku jauh lebih awal dibandingkan Kutub Utara. Temuan tersebut menunjukkan bahwa proses pembentukan lapisan es raksasa tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan iklim, tetapi juga oleh pergeseran benua dan perubahan arus laut.  

Menurut penelitian, Antartika mulai membeku sekitar 34 juta tahun lalu, sedangkan Kutub Utara baru memiliki lapisan es permanen sekitar 3 juta tahun lalu. Perbedaan waktu yang mencapai lebih dari 30 juta tahun itu dipicu oleh kondisi geologi dan sirkulasi samudra yang berbeda di kedua wilayah kutub.  

Para peneliti menjelaskan bahwa pemisahan benua Gondwana menyebabkan Antartika terlepas dari Amerika Selatan dan Australia. Peristiwa tersebut membuka Selat Drake dan Jalur Tasmania yang kemudian membentuk Arus Lingkar Antartika, arus laut yang mengisolasi benua tersebut dari aliran air hangat.  

Selain perubahan arus laut, penurunan kadar karbon dioksida di atmosfer juga mempercepat proses pendinginan global. Konsentrasi CO₂ disebut turun drastis sehingga efek rumah kaca melemah dan suhu di Antartika terus menurun hingga lapisan es mulai terbentuk.  

Faktor lain yang turut berperan adalah pengangkatan daratan Antartika Timur akibat pergerakan mantel Bumi. Ketinggian wilayah tersebut membuat suhu udara semakin dingin sehingga menciptakan kondisi ideal bagi pembentukan gletser yang bertahan hingga saat ini.  

Sebaliknya, Kutub Utara memiliki karakteristik yang berbeda karena berupa lautan yang dikelilingi daratan. Air hangat dari Samudra Atlantik dan Pasifik masih dapat mengalir ke wilayah tersebut sehingga proses pembentukan lapisan es permanen berlangsung jauh lebih lambat.  

Penelitian ini juga memberikan pemahaman baru mengenai perubahan iklim modern. Para ilmuwan menilai geologi dan pola sirkulasi laut memiliki peran besar dalam menentukan kecepatan pembentukan maupun pencairan lapisan es di kutub.  

Meski sejumlah media menggunakan istilah “tanda kiamat” pada judul pemberitaan, penelitian tersebut sebenarnya membahas mekanisme ilmiah pembekuan Antartika jutaan tahun lalu. Temuan ini diharapkan membantu ilmuwan memprediksi bagaimana lapisan es di kedua kutub akan merespons pemanasan global pada masa depan.