Mau Cepat Kaya? Timothy Ronald Ingatkan Anak Muda Jangan Lewatkan Tahap Ini

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Oct 2026, 17:07 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Timothy Ronald menilai usia 15 sampai 20 tahun menjadi fase penting untuk membangun kemampuan yang dapat menentukan peluang seseorang di masa depan. Menurutnya, anak muda sebaiknya tidak hanya berfokus mencari uang, tetapi juga meningkatkan keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan.

Pandangan tersebut disampaikan Timothy melalui video bertajuk “Kalau Umur Lu Masih 15-20 Tahun, Tolong Tonton Ini”. Ia membagikan pengalaman membangun usaha sejak usia muda sekaligus menjelaskan sejumlah pola pikir yang menurutnya penting untuk mengembangkan potensi diri.

Timothy mengaku pernah mencoba berbagai cara menghasilkan uang secara online ketika berusia 15 tahun. Namun, ia menyadari bahwa upaya tersebut tidak cukup jika dirinya belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis.

“Kemampuan untuk menghasilkan uang itu lebih penting dibanding uang itu sendiri,” dikutip dari kanal YouTube Timothy Ronald, Jumat (09/10/2026).

Menurut Timothy, pengalaman berjualan online justru memberinya kesempatan mempelajari berbagai keterampilan, mulai dari akuntansi, penjualan, copywriting, hingga pemasaran. Kemampuan tersebut kemudian menjadi bekal yang berguna ketika ia mulai mempelajari investasi saham.

Ia juga menilai usia muda merupakan waktu untuk membangun fondasi, bukan terburu-buru menikmati hasil. Proses belajar dan mencoba berbagai hal mungkin belum langsung menghasilkan uang, tetapi dapat membentuk kemampuan yang berguna dalam jangka panjang.

Timothy menyoroti kebiasaan mudah menyerah ketika hasil tidak segera terlihat. Ia mencontohkan seseorang yang baru belajar coding selama sebulan atau membuat konten beberapa kali, tetapi langsung berhenti karena belum mendapatkan hasil yang diharapkan.

Menurutnya, konsistensi diperlukan agar keterampilan berkembang melalui proses latihan dan evaluasi. Daripada terus berpindah dari satu peluang ke peluang lain, anak muda perlu memberi waktu untuk mendalami bidang yang dipilih.

Timothy juga menekankan pentingnya membangun keterampilan yang saling mendukung. Seseorang yang ingin mengembangkan bisnis, misalnya, perlu memahami penjualan, akuntansi, manajemen, pemasaran, dan sistem kerja agar kemampuan tersebut dapat digunakan secara terpadu.

Ia turut menyoroti perubahan dunia kerja di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Menurut Timothy, anak muda perlu memiliki keterampilan yang relevan dan mampu menunjukkan hasil kerja nyata, bukan hanya mengandalkan latar belakang pendidikan.

Selain meningkatkan kemampuan, Timothy mendorong anak muda untuk belajar dari pengalaman orang lain, termasuk melalui buku, sejarah, dan perjalanan tokoh yang telah lebih dulu membangun bisnis. Cara ini dinilai dapat membantu seseorang memahami kesalahan yang pernah terjadi tanpa harus mengalaminya sendiri.

Pada bagian akhir, Timothy merangkum pendekatannya dalam tiga prinsip, yaitu belajar, menghasilkan uang, dan memiliki aset. Ia menilai ketiganya perlu dijalankan secara berurutan agar seseorang tidak hanya memiliki pengetahuan atau penghasilan, tetapi juga membangun kepemilikan untuk masa depan.