JAKARTA, Cobisnis.com – Susu kedelai menjadi salah satu minuman nabati yang banyak dipilih sebagai alternatif pengganti susu sapi. Selain bebas laktosa, susu ini juga mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh sehingga cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan.
Dibandingkan jenis susu nabati lainnya, susu kedelai memiliki kandungan protein yang paling tinggi. Dalam satu gelas, susu kedelai umumnya mengandung sekitar 6–8 gram protein, mendekati jumlah protein yang terdapat pada susu sapi.
Selain protein, susu kedelai juga mengandung lemak tak jenuh, karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin B, serta mineral seperti kalsium, kalium, fosfor, dan zat besi. Banyak produk susu kedelai juga telah diperkaya kalsium dan vitamin D agar kandungan gizinya semakin lengkap.
Jika dibandingkan dengan susu sapi, susu kedelai umumnya memiliki kalori dan lemak jenuh yang lebih rendah. Namun, susu sapi masih unggul dalam kandungan protein alami, vitamin B12, dan beberapa zat gizi yang secara alami lebih mudah diserap tubuh.
Sementara itu, dibandingkan susu almond, susu kedelai menawarkan kandungan protein yang jauh lebih tinggi. Sebaliknya, susu almond biasanya memiliki kalori lebih rendah sehingga sering dipilih oleh orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Susu kedelai juga mengandung isoflavon, yaitu senyawa antioksidan yang secara alami terdapat pada kacang kedelai. Senyawa ini dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu menjaga kesehatan jantung dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan, meski tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Meski menawarkan banyak manfaat, susu kedelai tidak selalu cocok untuk semua orang. Individu yang memiliki alergi terhadap kedelai atau kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjadikannya sebagai minuman harian.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis susu yang paling baik untuk semua orang. Pilihan antara susu kedelai, susu sapi, maupun susu nabati lainnya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan gizi, kondisi kesehatan, serta preferensi masing-masing agar manfaat yang diperoleh bisa lebih optimal.