JAKARTA, Cobisnis.com - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. IHSG berpeluang menembus level 6.454 menjelang pengumuman rebalancing MSCI.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal IHSG berpotensi membangun momentum breakout. Penguatan tersebut didukung reli IHSG dalam beberapa perdagangan terakhir.
Sejumlah indikator teknikal juga menunjukkan sinyal positif. Stochastics K_D menguat, sementara MA20 dan MA60 telah membentuk pola golden cross.
Nafan memperkirakan level support IHSG berada di 6.354 dan 6.292. Sementara itu, level resistance berada di 6.454 dan 6.554.
Dari sisi valuasi, pasar saham Indonesia masih dinilai relatif menarik. Price to Earnings Ratio atau P/E berada di level 9,76 kali, lebih rendah dibandingkan sejumlah pasar regional.
Sentimen tersebut mulai terlihat dari pergerakan investor asing. Pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp917,23 miliar.
Namun secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp95,42 triliun. IHSG juga masih terkoreksi 25,87% secara year to date.
Sentimen global turut memberikan ruang bagi penguatan pasar saham Indonesia. S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq menguat 1,30%, dan Dow Jones bertambah 0,28% pada perdagangan Jumat.
Perhatian investor kini tertuju pada pengumuman MSCI pada 12 Agustus 2026. MSCI sebelumnya mempertahankan kebijakan freeze terhadap penambahan saham Indonesia sehingga peluang masuknya konstituen baru dinilai terbatas.
Fokus pasar akan mengarah pada potensi perubahan konstituen, termasuk deletion dan evaluasi konsentrasi kepemilikan saham. Jika hasil review tidak memberikan kejutan negatif, keputusan MSCI berpotensi menjadi katalis bagi penguatan IHSG.
Sebaliknya, hasil yang lebih buruk dari ekspektasi dapat kembali memicu aksi jual investor asing. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap IHSG.
Sejumlah saham Indonesia juga menjadi perhatian menjelang rebalancing. CPIN diperkirakan berpotensi turun dari MSCI Global Standard ke MSCI Small Cap, sementara status GOTO masih menjadi sorotan karena harga sahamnya lama berada di level Rp50 dan likuiditas jangka pendek yang melemah.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi hasil MSCI Index Review dan respons investor terhadap perubahan konstituen. Investor tetap perlu memperhatikan risiko pasar dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.