JAKARTA, Cobisnis.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri melaporkan perkembangan program mandatori B50 kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Jawa Barat. Simon juga menyampaikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung program mandatori bioetanol pemerintah.
Program B50 atau pencampuran biodiesel sebesar 50% telah diluncurkan Prabowo pada Juli 2026. Pertamina kini melaporkan perkembangan pelaksanaan program tersebut kepada pemerintah.
“Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu,” demikian keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Senin, 10 Agustus 2026.
Selain B50, pembahasan juga mencakup persiapan mandatori bioetanol. Pertamina disebut tengah memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat penggunaan bahan bakar berbasis energi terbarukan. B50 dan bioetanol diharapkan dapat mendukung diversifikasi energi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga memberikan arahan terkait struktur perusahaan di lingkungan Pertamina. Presiden meminta pengurangan lapisan birokrasi serta anak dan cucu perusahaan.
Arahan serupa juga diberikan kepada PLN dan BUMN lainnya. Pemerintah ingin struktur perusahaan negara menjadi lebih sederhana agar proses pengambilan keputusan tidak terlalu panjang.
“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” demikian keterangan Sekretariat Kabinet.
Perampingan struktur tersebut menjadi bagian dari agenda efisiensi BUMN yang sedang didorong pemerintah. Pertamina kini menghadapi dua agenda sekaligus, memperkuat program energi terbarukan dan menyederhanakan struktur bisnis.
Bagi Pertamina, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjalankan kebijakan energi pemerintah. Pelaksanaan B50 dan persiapan bioetanol akan membutuhkan dukungan fasilitas serta operasional yang memadai.