JAKARTA, Cobisnis.com – Arus mudik Lebaran 2026 mencatat 260 kecelakaan lalu lintas dengan 15 korban meninggal dunia hingga hari ke-10 Operasi Ketupat. Meski begitu, situasi secara umum masih dinilai aman dan terkendali.
Data hingga Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 06.00 WIB menunjukkan angka kecelakaan cukup tinggi selama periode mudik. Selain korban meninggal, tercatat 15 orang mengalami luka berat dan 272 lainnya luka ringan.
Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp695,7 juta. Angka ini mencerminkan dampak ekonomi yang tidak kecil dari tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Meski angka kecelakaan meningkat, Polri menyebut pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan relatif aman. Tidak ada kejadian besar yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di sisi lain, arus kendaraan keluar dari Jakarta terus meningkat. Hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah meninggalkan ibu kota.
Jumlah tersebut setara dengan 56,9 persen dari total proyeksi kendaraan selama periode mudik Lebaran tahun ini. Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Pihak kepolisian memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Periode ini berpotensi menimbulkan kepadatan tinggi di sejumlah jalur utama.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, masyarakat diimbau merencanakan perjalanan dengan lebih matang. Pengaturan waktu menjadi kunci untuk menghindari penumpukan kendaraan.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, meminta masyarakat mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Ia menekankan pentingnya disiplin dan kewaspadaan di jalan.
Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Skema ini diharapkan bisa membantu menyebar arus balik agar tidak menumpuk di satu waktu tertentu.
Pemerintah turut memberikan stimulus berupa diskon tarif tol sebesar 30 persen. Program ini berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 untuk mendorong perjalanan lebih efisien.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan di puncak arus balik. Dengan distribusi waktu perjalanan yang lebih merata, risiko kemacetan dan kecelakaan bisa ditekan.
Di luar perjalanan mudik, masyarakat juga diingatkan tetap berhati-hati saat berwisata. Terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, dan kolam renang yang berisiko tinggi.